Cimanggung, KORSUM.NET - Bencana pergerakan tanah mengancam 78 kepala keluarga (KK) di Dusun Cibulakan RW 10 Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung.

Bencana pergerakan tanah ini, terjadi di lingkungan RT 01 yang mengancam sebanyak 32 KK, dan di lingkungan RT 02 sebanyak 46 KK, dan terjadi pada hari, Sabtu (22/12).

Camat Cimanggung, Heri Harjadinata membenarkan terkait informasi bencana pergerakan tanah tersebut. Menurutnya, bencana pergerakan tanah yang terjadi di Dusun Cibulakan tersebut, selalu terjadi setiap musim hujan tiba. Namun, kondisi pergerakan tanah yang terjadi saat ini, lebih luas dibanding dengan bencana pergeseran tanah di tahun-tahun sebelumnya.

"Kemungkinan terjadi pergerakan tanah ini, akibat kemarau yang berkepanjangan. Sehingga ketika memasuki musim hujan, tanah yang sebelumnya kering tersebut menjadi retak-retak. Pergerakan tanah ini, berdasarkan informasi dari warga, kerap terjadi setiap setiap musim hujan tiba," Ucap Heri, ketika dikonfirmasi KORSUM.NET, usai melakukan pengecekan ke lokasi bencana, Minggu (22/12).

Adapun hasil dari pantauannya di lapangan, sambung Heri, terlihat  retakan tanah yang panjangnya mencapai 300 meter, di salah satu areal perkebunan warga di kampung Cibulakan.

Selain itu, terdapat sejumlah rumah di sekitar lokasi bencana pergerakan tanah tersebut, yang mengalami retak-retak.

"Jadi, pergerakan tanah tersebut, bukan hanya terjadi di kebun, tetapi juga terjadi pada rumah masyarakat sehingga mengalami retak-retak," ujarnya.

Sementara itu, beberapa rumah yang mengalami retak-retak di bagian dinding dan ubin, akibat  dari bencana pergerakan tanah tersebut, diantaranya, rumah milik Elan (30) di lingkungan RT 01, dan rumah milik Sahrim (42) di lingkungan RT 02.

Dengan adanya pergerakan tanah yang terjadi di Dusun Cibulakan Desa Sindanggalih tersebut, tambah Heri, pihaknya sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang.

Untuk penanganan sementara, tambahnya lagi, pihaknya bersama Satpol PP, Pemerintah Desa Sindanggalih, Relawan Bencana Cimanggung dan masyarakat, berupaya menutupi retakan-retakan pada tanah tersebut agar retakanya tidak terus melebar.

Heri menghimbau, agar masyarakat lebih waspada, jika turun hujan, selain itu, Warga juga diminta selalu siaga dengan berbagai gejala bencana yang kemungkinan terjadi di sekitar pemukimannya.

"Karena retakan tanah cukup luas, sehingga rumah penduduk yang berpotensi terkena dampak pergerakan tanah tersebut juga lumayan banyak. Kami juga melaporkan ke pihak BPBD, TAGANA. Bahkan dari PMI Sumedang sudah terjun langsung ke lokasi pergerakan tanah tersebut," tandasnya. **