Kota, KORSUM.NET - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang, sudah berhasil mengamankan uang Negara Sebesar Rp 520 Juta, selama tahun 2019 ini, dari hasil pengungkapan sejumlah kasus korupsi yang terjadi di wilayah Kabupaten Sumedang.

"Alhamdulillah, selama tahun 2019 ini, kita sudah selamatkan uang  negara senilai 520 juta," ucap Kepala Kejari Sumedang Riski Fahrudi, usai membagikan bunga dan stiker Hari Anti Korupsi, yang dilaksanakan di jalan raya, tepat didepan Kantor Kejari Sumedang, Senin ( 9/12).

Adapun pengembalian kerugian negara sebesar Rp 520 juta ini, sambung Riski, yaitu diperoleh dari hasil persidangan 5 berkas perkara korupsi sebesar Rp 294 juta, dan Rp. 226 lagi diperoleh dari pengembalian sejumlah kasus saat proses penyelidikan dan penyidikan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi.

Menurut Riski, dengan pencapaian tersebut, menjadi salah satu bukti bahwa Kejari Sumedang memiliki komitmen dalam penindakan dan pemberantasan kasus korupsi yang terjadi di wilayah Sumedang.

Sementara pada Hari Anti Korupsi Sedunia ini, pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat di Sumedang untuk bersama-sama berperan aktif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Dengan pembagian bunga dan stiker anti koruspi ini, diharapkan seluruh msayarakat dan intasi di Sumedang bisa ikut ambil bagian dan pencegahan korupsi. Dan pada Hari Anti Korupsi ini jangan hanya menjadi serimonial saja, karena masyarakat juga bisa berperan dalam hal pencegahan korupsi," tegasnya.

Untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia ini, Kejari Sumedang membagikan bunga dan stiker seruan anti korupsi kepada sejumlah pengendara yang melintas di depan halaman Kantor Kejari Sumedang.

"Sengaja kita bagikan stiker seruan anti Korupsi, sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat bahwa penanganan masalah korupsi juga menjadi tanggungjawab bersama. Bukan hanya tugas para penegak hukum saja," tandasnya. **