Kota, KORSUM.NET - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia berharap, ajang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang III yang bakal dilaksanakan pada 8 April 2020 mendatang. Dapat menghasilkan Kepala Desa yang berintegritas dan kepala desa yang bisa diandalkan untuk membangun Desa nya.

"Kalau kepala desa kuat, bagus dan kalau desanya bisa mengelola dan menata pemerintahnya dengan baik, tentunya akan berdampak terhadap pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu juga membuat pemerintah kecamatan dan Kabupaten juga akan bangus," ucap pria yang akrab dipanggil kang Akur ini, saat dikonfirmasi KORSUM.NET, usai melakukan kunjungan terkait persiapan Pilkades Serentak di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, Senin (23/12).

Adapun tujuan kunjungan Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang ke DPMD, sambung Akur, adalah untuk mengetahui sejauh mana kesiapan pemerintah kabupaten sumedang dalam hal ini DPMD menghadapi gelaran Pilkades Serentak Gelombang III.

"Kita berkunjung ke DPMD untuk melihat persiapan Pilkades Serentak, dimana nantinya ada 88 Desa yang akan melaksanakan Pilkades, tentunya ini harus ada persiapan yang matang. Kita juga pertanyakan persiapan Panitia, dan kita juga tegaskan kalau panitia harus siap menggelar ajang pilkades ini. Kesiapan tersebut yaitu sejauh mana panitia mengetahui aturan dari Pilkades Serentak itu sendiri. Karena kalau tidak bisa menimbulkan persoalan," tegasnya.

Selain itu tambah Akur, kita juga melihat sejauh mana persiapan terkait anggaran yang akan digunakan pada Pilkades Serentak tersebut.

"Tadi sudah terungkap kalau anggaran Pilkades Serentak itu semuanya dibiayai oleh APBD Sumedang. Kalaupun ada kekurangan harus semuanya dikoordinasikan, agar semuanya dapat dibiayai APBD," ujarnya.

Akur juga menambahkan, ada beberapa kelemahan yang harus segera diperbaiki yaitu diantaranya, kurangnya koordinasi satu sama lain, regulasi yang kosong sehingga harusnya ada putusan MK, dimana seperti diketahui saat ini siapa saja bisa mencalonkan diri dimana saja, dan itu harus diketahui oleh semua panitia pilkades.

"Dan yang penting juga, terkait tata letak dari TPS, jangan sampai TPS terletak disatu titik. Sehingga masyarakat harus menempuh dengan jarak yang cukup jauh ke TPS tersebut. Jadi TPS juga harus disesuaikan dengan jangkauan masyarakat," tandasnya.

Seperti diberitakan KORSUM.NET sebelumnya, jika saat ini tahapan pendaftaran bagi calon kepala sudah selesai dan ditutup pada tanggal 12 Desember 2019. Sedikitnya ada 352 bakal calon kepala desa yang mendaftar di 88 Desa yang akan melangsungkan Pilkades Serentak Gelombang III di Kabupaten Sumedang.

Namun, jumlah tersebut kemungkinan bisa berubah karena masih ada proses selanjutnya yaitu verifikasi persyaratan calon dan proses klarifikasi yang akan dilaksanakan oleh panitia pemilihan.

"Jadi, jumlah tersebut bisa saja berubah, karena ada proses verifikasi syarat calon dan proses klarifikasi oleh panitia sebelum ke penetapan calon kelapa desa," ujar Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada DPMD Kabupaten Sumedang, H Nuryadin saat dikonfirmasi KORSUM.NET beberapa waktu lalu. **