Sumedang Utara, KORSUM.NET - Banjir lumpur yang terjadi di jalan terusan Sebelas April, Dusun Andir Desa Rancamulya RT 04 RW 08 Kecamatan Sumedang Utara, Rabu (25/12) malam, akibat Curah hujan tinggi sehingga mengakibatkan, pergerakan tanah di lokasi pembangunan perumahan Rancamulya Residence. Membuat warga sekitar pembangunan perumahan tersebut kawatir dan merasa terancam.

Kekawatiran warga tersebut, dikarenakan lokasi pembangunan berada di tanah yang labil, sehingga rentan sekali terjadi bencana longsor.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga yang rumahnya berada di seberang atau dibawah lokasi proses pembangunan perumahan Rancamulya Residence, Bisno, yang meminta ke pihak terkait agar pembangunan perum tersebut tidak dilanjutkan.

"Memang saat ini, proses pembangunan tidak dilanjutkan. Katanya sih akan diteruskan musim kemarau nanti," ucapnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET dikediamanya Dusun Andir Desa Rancamulya RT 04 RW 08 Kecamatan Sumedang Utara, Kamis (26/12).

Bisno mengaku, dirinya sebagai warga yang berada dilingkungan tersebut tidak pernah dimintai izin sebelumnya, oleh pihak pengembang. Bahkan menurutnya pihak sekolah SMAN 2 Sumedang juga, merasa terancam terkait adanya aktivitas pembangunan perumahan Rancamulya Residence tersebut.

"Terus terang saja, Kami sebagai masyarakat yang berada dibawah pembangunan perumahan ini, Menolak keras karena keadaan tanah yang labil. Bahkan kita sudah pernah menanyakan surat izin lingkungan, tapi pihak PT mengatakan sudah mengantongi  surat izin, tapi tidak bisa menunjukkan surat izin lingkungan dari masyarakat setempat," tandasnya.

Ditempat yang sama, Pejabat kepala Desa Rancamulya, Dedih Sunandar, dia mengeluhkan saluran drainase pasca terjadinya banjir lumpur yang terjadi semalam.

"Seharusnya kalau mau membangun jangan ada kesalahan, hasilnya kan kaya begini, Saluran drainasenya kalo di lihat seperti ini memang kurang baik. Nanti kalau ada hujan lagi yang lebih besar tentu tidak bisa terbayang nanti akibatnya," ucapnya saat meninjau lokasi pasca terjadinya banjir lumpur semalam.

Dengan adanya kejadian banjir lumpur semalam, sambung Dedih, pihaknya pengembang perumahan harus cepat memperbaikinya. Karena tidak menutup kemungkinan bencana serupa bisa terjadi, jika drainase tersebut tidak segera diperbaiki.

"Jangan sampai terjadi hal-hal seperti ini, karena dibawah perum yang sedang dibangun, ada banyak pemukiman masyarakat," ujarnya

Adapun penanggulangan dari pihak Desa, tambah Dedih, pihaknya akan segera melakukan evaluasi dengan pihak terkait tentang masalah ini. Dan juga akan membuat surat ke Bupati dan pihak pengembang.

"Intinya, dengan adanya kejadian tersebut, kita harus memperhatikan masyarakat yang akan terkena dampak langsung. Saya juga sedang membuat surat untuk Bupati dan pihak pengembang, supaya bisa diperbaiki lagi," tandasnya. **