Kota, KORSUM.NET - Memasuki musim penghujan saat ini, warga sumedang diharap mewaspadai ancaman petir yang terus mengancam. Tercatat dalam dua pekan kebelakang di bulan Desember 2019 ini, ada satu rumah dan empat orang tersambar petir, satu orang meninggal dan tiga orang lainnya harus mendapatkan perawatan serius akibat sambaran petir tersebut.

Sambaran petir terakhir terjadi pada  hari Selasa (24/12) sekira Pukul 15.30 WIB, yang menimpa Tarsedi (37) asal Dusun Cigangsa RT.01/02 Desa Cijati Kecamatan Situraja dan Suneni (40) asal Dusun Tanjung Rejo RT 01/05 Desa Ratu Agung Kecamatan Abeng Selatan Kabupaten Lampung.

Kedua korban tersebut tersambar petir di Dusun Cilembu RT 03/04 Desa Pakualam Kecamatan Darmaraja, ketika akan melakukan perjalanan pulang, usai berwisata di pesisir Waduk Jatigede.

Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana melalui Kasubag Humas Polres Sumedang Iptu Dedi Juhana mengatakan kedua korban tersambar petir, saat sedang berboncengan menggunakan sepeda motor, dalam perjalanan pulang dari pesisir Waduk Jatigede.

"Sekira Pukul 15:30 WIB tersebut, dimana waktu itu hujan gerimis, korban berboncengan menggunakan sepeda motor pulang dari pesisir Waduk Jatigede. Tiba - tiba petir langsung menyambar kedua korban, yang akibatnya, Tarsedi menderita luka bakar dibagian punggung,  sedangkan Suneni menderita luka bakar dibagian leher, dada, punggung dan paha bagian kiri, kedua korban selanjutnya  di Obserfasi di Puskesmas Darmaraja dan dirujuk ke RSU Sumedang," ucapnya pada KORSUM.NET, Rabu (25/12).

Sebelumnya sambaran petir juga menimpa, Oyok (56) dan Marsih (55) pasangan suami istri warga di Blok Sayuran Dusun Joglo
Desa Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara.

Kedua korban tersambar petir saat berteduh di saung sawah. Tragis akibat sambaran petir tersebut Oyok meninggal dunia ditempat kejadian, sedangkan Marsih selamat dari maut, namun harus mendapatkan perawatan medis.

Menurut tokoh Masyarakat Desa Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara, Dudung Suryana mengatakan, kejadian tersebut, terjadi ketika korban dan istrinya berteduh karena hujan yang deras di saung sawah di Blok Bakan Loa Desa Margamukti, sekira Pukul 13:00 WIB.

"Pada waktu itu petir menyambar kabel listrik yang tidak jauh dari posisi mereka berteduh. korban seketika terjungkal dan meninggal dunia ditempat kejadian," ucapnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET beberapa waktu lalu.

Selain itu petir juga menyambar satu rumah milik Uwan, warga Dusun Burujul Desa Genereh Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. Akibatnya Kaca jendela dan barang elektronik hangus terbakar akibat petir yang terjadi Senin (16/12) sekira Pukul 18:00 WIB tersebut. Dengan nilai kerugian mencapai Rp.5 juta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Ayi Rusmana melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Yedi mengatakan, memasuki musim penghujan ini, pihaknya menghimbau agar masyarakat selalu waspada dan menghentikan aktivitasnya, jika terjadi curah hujan yang cukup besar yang kemungkinan besar akan menimbulkan petir.

Adapun beberapa tips untuk menghindari sambaran petir, yaitu diantaranya segera masuk kedalam ruangan atau mobil apabila sedang berada diluar ruangan dan terdengar guntur, Jika sedang di kolam renang, segeralah naik dan menjauh, karena air bisa menghantarkan arus listrik, Jangan berlindung dibawah pohon, jauhi tiang listrik, menara atau sesuatu yang tinggi, Jangan berada sawah, lapangan ataupun taman, karena petir akan mencari tanah untuk menghantarkan listriknya.

"Intinya kalau sedang hujan yang besar dan terdengar suara petir, segeralah menghentikan aktivitas dan mencari tempat berlindung yang aman," tandasnya **