Kota, KORSUM.NET - Iki (30) pelaku penganiayaan tehadap korban Iwa Karitiwa yang sebelumnya sempat koma lalu akhirnya meninggal dunia dijerat dua pasal yaitu penganiayaan Pasal 351 KUHP, dan pembunuhan Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo kepada sejumlah wartawan di Mapolres Sumedang Jumat (6/12/2019) sore.

Dikatakan pelaku menganiaya korban hingga tewas karena kesal korban tidak membukakan pintu gerbang gudang perusahaan.

Seperti diberitakani korsum.net sebelumnya Korban penganiayaan Iwa Kartiwa (43),  merupakan seorang security di salah satu perusahaan di Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tewas dianiaya rekan kerjanya, Riki (30), Senin (2/12/2019) malam.

Riky menganiaya Iwa dalam keadaan mabuk berat dengan tangan kosong hingga korban dilarikan ke Puskesmas Tanjungsari.

Korban kemudian dirujuk ke RSUD Sumedang dan setelah tiga hari dirawat intensif di rumah sakit, korban Iwa menghembuskan napas terakhir, Kamis (5/12/2019) sore pukul 15.30 WIB.

Lebih jauh ia mengatakan pelaku (Iki)  melakukan penganiayaan karena terpengaruh alhokol.

"Pelaku memukul korban hingga terjatuh, lalu pelaku menginjak kepala korban hingga tak sadarkan diri. Korban mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit," ujar Hartoyo.

Hartoyo menuturkan, setelah menjalani perawatan di RSUD Sumedang, tiga hari berselang korban meninggal dunia.

Polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku yang tak jauh dari lokasi tersebut.