Kota, KORSUM.NET - Agus warga Perum Mekarsari merasa marah dan kesal, soalnya saat tiba di rumah listrik sudah diputus PLN. dirinya beranggapan pemutusan tersebut tidak ada dasarnya.

"Pemutusan tersebut kata tetangga saya pada hari Senin (25/11). Saya mengerti bahwa saya belum bayar listrik intinya telat saharusnya paling lambat tanggal 20 tapi memang kan saya lagi di luar kota di daerah Bogor," kata Agus, saat dikonfirmasi KORSUM.NET beberapa waktu lalu.

Dasar pemutusan apa, tanya Agus, bahwa dalam undang-undang perlindungan konsumen juga dilarang dicantumkannya klausa baku. "Dan juga harus ada pemberitahuan dulu dong!, jangan seenaknya main putus saja. Padahal kalau terlambat saya bayar dendanya. Ketika ini terjadi siapa yg akan mengganti rugi sedangkan listrik sudah dibayar dengan dendanya," ungkap Agus.

Ia melanjutkan, dirinya mengakui baru sebulan telat bayar dan itupun juga langsung dibayar sebesar Rp.200 ribu berikut dengan dendanya.

"Intinya pemutusan sementaraa tidak di benarkan apalagi tanpa pemberitahuan. Meski itu sudah MoU dengan Bupati Sumedang dan Kejaksaan. Saya mau tanya, apakah di wenangkan ketika pemilik rumah tidak ada pihak PLN memutuskan listrik dengan dalih pemutusan sementara?," ujarnya.

Dikonfirmasi Maneger PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Sumedang Kota, Rudy, menjelaskan bahwa pihak PLN sudah melakukan sosialisasi baik di media massa ataupun dengan Radio, bahkan dengan menggunakan kendaraan bermotor pun keliling untuk mengingatkan, bahwa jangan sampai ada keterlambatan pembayaran.

"Tentunya petugas kami sudah melakukan tugasnya sesuai dengan SOP. Pemutusan sementara tersebut itupun sesuai dengan surat edaran Bupati Sumedang poin ke dua bahwa bagi pelanggan yang terlambat pembayaran melebihi tanggal 20 maka akan dilakukan pemutusan sementara," ungkap Meneger PLN UPJ Sumedang, saat dikonfirmasi Media ini Rabu, (4/12).