Foto : Ii Jai (Kepala Desa Cikeruh)

Jatinangor, KORSUM.NET - Kepala Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor, Ii Jai meminta PT. KAI terjun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan terkait wacana Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan PT KAI (Kereta Api Indonesia) yang melakukan reaktivasi jalur kereta api Bandung-Tanjungsari Sumedang.

Pasalnya hingga saat ini, belum ada sosialisasi langsung ke masyarakat terkait reaktivasi jalur kereta api tersebut. Sementara pihak Desa sudah mendapatkan surat PT KAI untuk pemasangan patok batas tanah untuk jalur kereta api tersebut.

"Iya, idealnya dari PT KAI langsung terjun melakukan sosialisasi ke masyarakat agar jelas. Jangan terus Kades yang dihadapkan dengan masyarakat," ujarnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET beberapa waktu lalu di Kantor IPP Setda Sumedang.

Dengan belum adanya sosialisasi dari PT KAI ke masyarakat, Sambung Ii, hingga saat ini masyarakat merasa was-was, karena belum jelasnya terkait relokasi. Sedangkan pematokan sudah dilakukan.

"Kalau penolakan sih belum ada, hanya saja masyarakat masyarakat minta kejelasan terkait relokasi. Kan kalau PT KAI yang langsung sosialisasi, masyarakat bisa leluasa menyampaikan aspirasinya," ucapnya.

Di Kecamatan Jatinangor sendiri, tambah Ii, ada sekitar 6 Desa yang terlintas oleh jalur kereta api tersebut, termasuk desanya.

"Kita sudah rapat dengan PT KAI dan Dishub terkait wacana tersebut. Hanya saja saya juga belum berani menyampaikan langsung ke masyarakat, kalau dari pihak PT KAI saja belum pernah melakukan sosialisasi," tandasnya.

Ii berharap, dengan adanya wacana tersebut, agar jangan sampai berdampak negatif terhadap masyarakat.

"Kita tentunya mendukung dengan adanya program pemerintah, tetapi jangan sampai merugikan masyarakat sendiri," harapnya. **