Kota, KORSUM.NET - Suasana haru dan isak tangis personil kepolisian Polres Sumedang, mewarnai upacara serah terima jabatan Kapolres Sumedang, yang sebelumnya dijabat oleh AKBP Hartoyo S.I.K., M.H., ke Kapolres baru AKBP Dwi Indra Lesmana, S.I.K., M.Si., yang dilaksanakan di Halaman Mapolres Sumedang, Rabu (18/12).

Selain itu pada upacara sertijab juga seperti biasa digelar Ritual Pedang Pora yang merupakan tradisi dalam pisah sambut pergantian Kapolres.

Ritual Pedang pora tersebut, merupakan tradisi untuk menyambut dan menghantar Kapolres baru dan lama. Tradisi pedang pora juga merupakan ungkapan rasa penghormatan terhadap pimpinan.

Hadir dalam upacara serah terima jabatan ini, Sekda Kabupaten Sumedang Herman Suryatman, Kasdim 0610/Sumedang Mayor Inf Anang pramudyanto dan para petinggi Polres Sumedang.

Sebelumnya serah terima jabatan sendiri sudah dilaksanakan di Riung Mungpung Mapolda Jawa Barat yang dipimpin oleh Irjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi selaku pimpinan upacara serah terima jabatan.

AKBP Hartoyo mengatakan, dirinya sangat bertimakasih kepada seluruh anggota Polres Sumedang, karena telah bekerja sama dengan baik, selama dirinya menjabat sebagai Kapolres.

"Selama 1 tahun, 8 bulan, 11 hari saya menjabat sebagai Kapolres Sumedang, sangat berkesan. Untuk itu saya sangat berterimakasih sekali kepada seluruh anggota Polres Sumedang," Ucapnya.

Pada kesempatan itu juga, Hartoyo mengatakan, semoga Polres Sumedang, tetap jaya dalam kepemimpinan Kapolres yang baru,

"AKBP Dwi Indra Lesmana, merupakan senior saya, dan saya percaya, polres Sumedang akan lebih maju, di bawah kepemimpinan beliau," tandasnya.

Suasana haru dan isak tangis juga dirasakan oleh para Jurnalis yang biasa melakukan liputan dan tergabung dalam Jurnalis fokja Polres Sumedang.

"Tentunya kita sangat merindukan sosok Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo. Karena sangat bersahabat, terbuka dan selalu memberikan jawaban ketika saya konfirmasi, baik melalui telepon ataupun konfirmasi secara langsung. Dan paling berkesan beliau selalu meluangkan waktu ketika wartawan membutuhkan konfirmasi," ucap Aam Aminullah Jurnalis Kompas.com. **