Kota, KORSUM - Aksi penanaman pohon secara serentak dilakukan oleh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir yang didampingi Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan dan Sekertaris Daerah Herman Suryatman di Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Palasari, Jumat (17/1/2020).

Seluruh Kepala SKPD Kabupaten Sumedang termasuk para camat mengikuti kegiatan tersebut yang diawali do'a bersama oleh bupati.

Aksi tersebut dilakukan sesaat sebelum berlangsungnya acara penyerahan DPA Tahun 2020, Pembagian Rapot Kinerja SKPD Tahun 2019 dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2020 yang dilaksanakan di tempat yang sama.

Menurut Bupati, penanaman tersebut dipandang sangat efektif karena lokasi tanam merupakan lahan bekas kebakaran Tahura Gunung Palasari beberapa waktu lalu dengan di musim penghujan tahun ini, Tahura Gunung Palasari akan hijau kembali seperti sedia kala.

"Lahan pada musim kemarau kemarin sempat terbakar. Hari ini kita tanam kembali dengan 200 pohon. Tentu ini menjadi kewajiban kita untuk menanaminya sehingga hutan yang tadinya tandus dan kering akan menjadi hijau kembali," ujarnya.

Bupati menegaskan, kegiatan-kegiatan di tahun 2020 ini bukan kegiatan formalitas dan seremonial tetapi benar-benar dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan oleh semua leading sector.

"Biasanya Bupati dan Wakil Bupati begitu menanam, acara langsung beres. Tetapi sekarang seluruh SKPD dan Camat ikut menanam. Ini akan menjadi sesuatu yang berharga yang akan dikenang oleh anak cucu kita. Di sekitar ini akan dibuatkan pula jogging track," ungkapnya.

Bupati menyebutkan, luas lahan Tahura Gunung Palasari dan Gunung Kunci totalnya mencapai 36 hektar.

"Dari total lahan 36 hektar, yang direboisasi saat ini mencapai 10 hektar. Karena lebihnya sudah hijau," ucapnya.

Terkait dengan antisipasi kebakaran hutan, Bupati menghimbau kepada kepada dinas terkait untuk melakukan monitoring dan melakukan upaya penyadaran kepada masyarakat sekitar hutan untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan kebakaran.

"Kami pun menggandeng masyarakat sekitar hutan dan Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) untuk menjaga kelestarian di Gunung Palasari ini," kata Bupati.

Terakhir Bupati berharap ketika musim kemarau sinergi antara pemerintah dan masyarakat ditambah dengan pengawasan yang efektif, kebakaran hutan bisa dicegah.

Sementara itu, Iwan Gustiawan selaku Kepala Seksi Konservasi dan Rehabilitasi Tahura pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) yang ditemui pada kegiatan tersebut mengatakan, penanaman pohon tahun ini merupakan penanaman yang pertama di tahun 2020.

"Kita tanami dengan tanaman endemik, diantaranya Pala, Matoa, Asem, Bihbul, Dukuh, dan tanaman lainnya," tuturnya. 

Ditambahkan Iwan, selanjutnya penghijauan ditindaklanjuti dengan penanaman reboisasi eks kebakaran hutan  karena Gunung Palasari sendiri merupakan hutan konservasi yang nantinya bisa sebagai penyangga di wilayah bawah.

"Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikan kawasan hutan. Hutan merupakan gerbang terdepan dalam rangka meningkatkan tarap hidup masyarakat. Hutan itu sendiri bisa menghasilkan oksigen dan bisa sebagai penampung mata air, di luar fungsi rekreasi," pungkasnya.