Tanjungkerta, KORSUM - Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Tanjungkerta melalui Unit Pengelolaan Dana Bergulir (UPDB) berharap tahun 2020 target surplus meningkat yakni sekitar Rp 1 miliar karena direncanakan pendapatan meningkat sekitar Rp 1,7 miliar.

Hal tersebut, diutarakan Ketua BKAD Kecamatan Tanjungkerta Ade Suhendar di aula Desa Tanjungmekar, Kamis (23/1). Kata dia, berdasarkan Draft laporan pertanggungjawaban (LPJ) tahun 2019 dan Rencana Pendapatan dan Biaya (RAPB) tahun 2020.

UPDB Kecamatan Tanjungkerta tahun 2020 yang disusun berdasarkan ketentuan yang telah diatur SOP serta berdasarkan kaidah yang telah disepakati forum MAD.

RAPB ini, lanjut Ade, meliputi proyeksi pendapatan tahun 2020 dan rencana biaya yang akan dikeluarkan baik untuk operasional maupun non operasional UPDB yang membuat rencana pendapatan sekitar Rp. 1,7 miliar.

"Terdiri dari pendapatan operasional yang dihasilkan dari jasa pinjaman dana bergulir SPP sekitar Rp 907 juta dan UEP sekitar Rp 807 juta dan non operasional yang merupakan jasa Bank sekitar Rp. 3 juta," sebutnya.

Biaya direncanakan sekitar Rp 632 juta yang terdiri dari biaya operasional sekitar Rp 453 juta dan biaya non operasional sekitar Rp 801 juta serta biaya lain-lain non operasional sekitar Rp 178 juta. Adapun biaya tersebut diperkirakan 36,84% dari pendapatan yang akan diperoleh.

Angka tersebut, jelas Ade, relatif lebih besar dibanding realisasi biaya tahun lalu yang mencapai Rp 545 juta ada peningkatan sekitar 16% dibanding tahun lalu. Penyumbang biaya terbesar ada di pos lain-lain non operasional yaitu sekitar Rp 178 juta.

Meliputi biaya IPTW, Reward kelompok, biaya rakord gabungan dan lain-lain. Biaya penyusutan investasi sekitar Rp 28 juta pertahun masih dirasakan cukup besar karena ditunjang biaya penyusutan gedung yang cukup tinggi sekitar Rp 13 juta pertahun.**