Kota, KORSUM - Jangan bangga dulu karena Sumedang masih ada ketertinggalan dari Jabar, sehingga berharap kinerja SKPD sampai tahun 2023 harus mencapai target sesuai visi Sumedang Simpati. Demikian dilontarkan Wabup H. Erwan Setiawan saat sambutan acara dialog dan pembagian rapot SKPD di Gunung Palasari Jumat kemarin (17/1).

Erwan menyebut, angka kemiskinan berada diposisi  5,76%. Tingkat pengangguran terbuka diangka 5,68%. Indek pembangunan manusia 74,83 poin sedangkan laju pertumbuhan Ekonomi di angka 7,88%.

"Untuk mencapai target ini diperlukan kerja keras semua unit kerja. Apa yang dikerjakan sebagai perangkat daerah, harus berada dalam rel RPJMD tahun 2018-2023 yang dikerjakan secara benar dan tepat sasaran," tandasnya.

Dikatakan, sesuai kolidor Mendagri no. 86 tahun 2017, setiap perangkat daerah akan dievaluasi yang bertujuan mewujudkan eksistensi perencanaan dengan pelaksanaan pembangunan daerah.

Perjanjian kinerja tahun 2018 telah disepakati bupati dengan SKPD sebagai bentuk kometmen pelaksanaan yang dipertanggungjawabkan kepala SKPD. Evaluasi kinerja diukur dari nilai Sakip tahun 2018. Nilai zona integritas dan nilai kinerja program 2018.

Wabup menyebut, hasil evaluasi kinerja SKPD bahwa peringkat pertama mutu memuaskan diperoleh Inspektorat dengan nilai 80,37. Mutu sangat baik, nilai antara 70,13 hingga 78,96 diperoleh 14 SKPD. Mutu baik, nilai antara 60,28 hingga 69,88 diperoleh 14 SKPD.

Hasil evaluasi perangkat daerah Kecamatan lanjutnya, nilai mutu sangat baik antara 70,84 sampai 76, 94 diperoleh 4 Kecamatan. Pertama diraih Kecamatan Paseh. Kedua, Cimalaka. Ketiga, Conggeang dan keempat Kecamatan Cisarua.

'Nilai mutu baik dengan nilai antara 60,25 sampai 69,16 diperoleh 16 Kecamatan. Peringkat cukup dengan nilai antara 51,99 sampai 59,41 diperoleh 3 Kecamatan, "katanya.**