Kota, KORSUM - Universitas Sebelas April (Unsap) Sumedang saat ini Kamis (9/1) ramai dikunjungi para Bakal Calon (Balon) kades termasuk pengikutnya dalam rangka seleksi para calon kades. Namun dikeluhkan karena WC di Unsap tidak ada airnya.

Hingga mereka terpaksa harus beli air mineral kemasan jika hendak buang air kecil dan BAB.

Pengunjung sesalkan pihak panitia penyelenggara di Unsap dalam gelaran seleksi para Balon tapi tidak memperhatikan kebutuhan para pengunjung terutama tersedianya air di WC.

Disamping itu, para Balon kades juga mengeluh soal lampu penerangan diruang tes yang dianggap minim (redup) disaat para Balon mengikuti tes tertulis pilihan Ganda (PG). Padahal sejatinya pihak panitia di Unsap ini mempersiapkan sesuatunya sehingga tidak menjadi keluhan.

"Parah Unsap ini, WC pun tak ada airnya. Padahal tes seleksi ini tidak gratis, panitia Pilkades bayar Rp 6 juta tapi air pun tidak ada, " celetuk seorang Balon kades yang belum diketahui namanya dan berasal dari desa mana.

Panitia seleksi unsap Dadan Setia Nugraha saat ditanya soal keluhan para Balon kades, pihaknya akan lakukan pengecekan WC yang tidak ada airnya. Sebab, kata dia, WC itu ada di beberapa tempat dan hal itu sudah diinformasikan kepada para peserta tes.

Dadan menambahkan, biaya tes seleksi ditarif Rp 6 juta per-desa dipukul secara rata tidak melihat banyak sedikitnya Balon peserta tes yang dikirim pantia Pilkades. Dari mulai 6 Balon hingga 10 Balon, biaya sama per-desa.

Panitia penyenggara seleksi harus menyediakan 2 kali makan plus snak untuk 118 Balon peserta tes karena seleksi calon kades ini diperkirakan akan selesai sekitar jam 10 malam.**