Kota, KORSUM.NET - Pembagian empat kendaraan Multifungsi Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) di Kabupaten Sumedang menuai polemik. Pasalnya desa yang mendapatkan Mobil Maskara di Kabupaten Sumedang, diduga bukan diberikan ke desa yang punya kriteria berprestasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa Naluk Kecamatan Cimalaka, Samsu Hidayat Ilyas bahwa, dirinya telah diinformasikan dan dijanjikan untuk mendapat mobil Maskara dengan dua desa lainnya yaitu, Desa Karyamukti Kecamatan Tomo, Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan sebagai wakil Desa Juara dari Kabupaten Sumedang.

"Saya atas nama warga merasa sakit dan didzolimi karena sewaktu Riungan DLS to DM (Desa Laboratorium Sinergitas To Desa Mandiri) di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, telah diinformasikan dan dijanjikan untuk mendapat Maskara, dengan dua desa lainnya yaitu, Desa Karyamukti dan Desa Cilembu, sebagai wakil Desa Juara dari Kabupaten Sumedang," ucapnya pada KORSUM.NET, Kamis (2/1/2020).

Untuk itu, sambung Samsu, dirinya merasa kecewa kepada DPMD Provinsi, karena tidak obyektif dan bisa diintervensi atau ada kedekatan lain. Sehingga dengan adanya kejadian ini, menimbulkan prasangka momen-momen lainpun terindikasi seperti ini.

"Sebelumnya saya pernah protes atas SK tersebut ke DPMD Provinsi Jawa Barat melalui Wardana, Kabid Bina Desa DPMD Provinsi, terkait  penetapan penerima Maskara, apakah atas usulan DPMD Sumedang atau keputusan DPMD Provinsi.

Dan jawabannya kalau itu keputusan bersama, tetapi setelah saya tanya lagi DPMD Kabupaten Sumedang, justru penetapan Keputusan penerima Maskara berbeda dengan yang diusulkan DPMD Sumedang," tegasnya.

Samsu menegaskan, bukan materi (mobil) yang dirinya persoalkan, karena Desa Naluk juga mampu membeli mobil dari PAD (Penghasilan Asli Desa). Tetapi ini soal penghargaan, sesuai dengan dasar dari SK tersebut adalah PRESTASI, karena hal ini akan berdampak kepada phisikologis warga desa.

"Saya tidak menuntut untuk merubah keputusan, tapi saya dituntut untuk berani bicara sesuai dengan fakta," tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, KORSUM.NET belum mendapatkan jawaban baik dari Sekertaris Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sumedang, Pipin Anumulya maupun Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada DPMD Kabupaten Sumedang, H Nuryadin. Ketika dihubungi melalui sambungan teleponnya, Kamis (2/1). **