Wado, KORSUM.NET - Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan, Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa Cimungkal Kecamatan Wado, standby hampir 24 jam.

Kepala Desa Cimungkal Kecamatan Wado, Dede Rustandi mengatakan, sejak digaungkannya Rumah Besar Simpati dan Rumah Singgah dari Provinsi Jawa Barat. Pihaknya langsung merespon dengan mendirikan Puskesos.

Upaya tersebut dilakukan untuk membantu melayani kebutuhan masyarakat, seperti membantu pembuatan BPJS, KTP, KK, bahkan penanganan  masyarakat yang mengalami sakit.

"Jadi kalau ada masyarakat yang memerlukan bantuan, akan dibantu oleh puskesos yang bersinergi dengan Desa siaga," ucapnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET, Selasa (21/1).

Adapun sumber dananya, sambung Dede, yaitu dari PADes (Penghasilan Asli Desa) Cimungkal yang juga bekerjasama dengan beberapa intansi terkait lainnya. Selain itu, pihaknya juga berharap mendapatkan respon positif dari intansi lainnya.

"Alhamdulillah, dengan beberapa stakeholder sudah bekerjasama dengan baik, sehingga dapat membantu dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat," ujarnya.

Hanya saja, saat ini pihaknya masih mengalami kesulitan dalam menempuh rekomendasi untuk akses rumah singgah di Bandung. Karena banyaknya prosedur yang harus ditempuh.

"Untuk pelayanan lainnya, kita terus berupaya semaksimal mungkin. Bahkan sampai 24 jam kita melayani masyarakat, hampir setiap hari kita pulang pergi ke Kota sumedang yang jaraknya cukup jauh. Dan hampir satu minggu sekali kita juga harus ke RSHS Bandung, jika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan lebih," imbuhnya.

Untuk memberikan pelayanan yang Prima, Dede berharap, agar pihak Puskesos Desa Cimungkal mendapatkan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kinerja Puskesos, seperti kendaraan operasional, kode rekening untuk penganggaran operasional puskesos, prioritas akses kemudahan, bantuan khusus dari pemerintah Daerah dan Pusat. Karena kalau hanya menggunakan anggaran dari PADes tentunya masih banyak keterbatasan dan kekurangan.

"Jadi kita ingin memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat. Kita inginkan, masyarakat cukup memberikan informasi ke RT atau Kader, atau bisa juga datang langsung ke desa menemui puskesos dan setiap masalah bisa terselesaikan. Untuk saat ini kita hanya tersedia satu kendaraan roda empat saja, yang hampir setiap hari hampir keteteran saat digunakan untuk memberikan pelayanan," harapnya. **