Kota, KORSUM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang terus lakukan upaya antisifasi dini terhadap bencana alam yang setiap saat diprediksi bisa terjadi. Terlebih musim hujan saat ini, pihak BMKG peringatkan akan bahaya banjir.

Upaya BPBD Sumedang diantaranya pemasangan dua unit EWS (Earlly Warning Sistem) di dua wilayah yang paling diwaspadai terjadi longsor. EWS yaitu alat peringatan sekaligus alat pendektesi dini bakal terjadinya longsor yang tersambung langsung ke kantor BPBD.

"EWS itu alrm yang langsung diketahui petugas jaga yang siaga 24 jam di kantor pusat pengendalian operasional bencana (Pusdalops) yang terdiri tiga unit. Unit Reaksi Cepat (URC). Unit Pengendalian Daerah (UPD) dan Unit Data dan Informasi (UDI). Mereka bergerak cepat ketika alrm berbunyi, " tutur Sekretaris BPBD Sumedang Joni Subarya di ruang kerjanya, Jumat (24/1).

Dua alat peringatan dini itu dipasang di area bekas longsor Ciherang dan Anjung Kecamatan Sumedang Selatan. Dengan alat itu kata Joni, setidaknya mengurangi resiko kerugian harta benda bahkan nyawa ketika bencana longsor itu benar terjadi.

Bahkan sebelumnya, BPBD telah menghimbau termasuk arahan kepada masyarakat yang berada dibawah tebing Ciherang dan Anjung agar waspada ketika alrm berbunyi segera lari selamatkan diri ketempat yang lebih aman.

"BMKG telah peringatkan bahaya banjir, namun di daerah Sumedang yang paling diwaspadai pergerakan tanah beresiko tinggi. Sebab hampir seluruh wilayah di Sumedang potensi terjadi pergerakan tanah atau bencana longsor," tandasnya.

Joni penambahkan, banjir di Sumedang tidak begitu signifikan, tapi setiap tahun kerap kali terjadi di dua titik daratan rendah, itu pun jika instensitas hujan cukup tinggi. Seperti banjir di wilayah Cimanggung Jatinangor karena akibat saluran air tersumbat. Banjir juga terjadi di wilayah Tomo Ujungjaya akibat luapan air Sungai Cimanuk.**