Kota, KORSUM.NET - Salah satu sumber pendapatan asli daerah yang berpotensi untuk terus dioptimalkan adalah dari retribusi parkir, terutama parkir tepi jalan umum.

Wakil pimpinan DPRD Sumedang Jajang Heryana mengatakan, salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah melalui parkir berlangganan.

"Jadi bagi pemilik sepeda motor atau mobil, cukup membayar parkir sekali dalam satu tahun, bersamaan dengan saat membayar pajak kendaraan." Katanya.

Sementara sebagai identitas, kendaraan yang bersangkutan akan dipasang stiker Parkir Berlangganan atau pemilik kendaraan diberi kartu parkir berlanggan. Jadi ketika parkir dimana pun di wilayah Kabupaten Sumedang, mereka tidak perlu lagi harus membayar parkir.

“Saya kira ini perlu untuk dipertimbangkan. Selain lebih praktis dan efisien, juga diharapkan bisa mengurangi tingkat kebocoran,” ujarnya Selasa (7/1/2020) ditempat aktivitasnya.

Ia berharap dengan penerapan sistem parkir berlangganan akan memudahkan dan meringankan  masyarakat karena hanya cukup membayar retribusi parkir sekali setiap tahun.

"Realisasinya kan masih terjadi kebocoran, padahal parkir umum ini berpotensi untuk mendongkrak PAD. Sistem parkir berlangganan bisa memutus mata rantai penerimaan retribusi," kata politikus Golkar  itu.

Lebih jauh ia mengatakan potensi menaikan PAD dari retribusi parkir masih terbuka lebar. "Asumsi saya kalau di Sumedang ada 500 ribu kendaraan roda dua yang membayar parkir dikali 50 Ribu maka sudah 25 Milyar, belum lagi ditambah kendaraan roda Empat". Jelasnya.

"Maka kami sangat mendorong Pemda untuk segera menerapkan sitem pembayaran parkir berlangganan. Selama ini yang saya tahu parkir motor pun tidak ada yang seribu sesuai Perda. Rata-rata mereka ngasih dua ribu rupiah setiap parkir artinya uang 50 Ribu hanya untuk parkir 25 hari  saja, jika parkir berlangganan diterapkan maka bisa menghemat biaya," pungkasnya.**