Kota, KORSUM.NET - Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang mempertanyakan terkait masalah tenaga honorer yang ada di Sumedang ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Pasalnya masalah tersebut terus berlarut-larut sampai saat ini.

"Yang kami tanyakan kepada  BKPSDM yakni tentang jumlah tenaga honorer yang tercatat di BKPSDM, jumlah honorer yang lolos CPNS, P3K, serta masalah Honorer P3K yang usianya melebihi 35 tahun." Jelas Ketua Komis I Asep Kurina di aula BKPSDM Senin (6/1/2020).

Dikatakan, sesuai Keputusan Bupati Sumedang jumlah tenaga honorer di Sumedang mencapai 2460 orang. "Jadi jumlah sisa honorer saat ini setelah dikurangi CPNS dan P3K yang lulus adalah 1379 orang." Tuturnya

Ia juga menyoroti terkait lambannya penanganan P3K yang  sudah dinyatakan lulus."Sejak lulus tahun 2018 lalu belum ada kejelasan kapan P3K memperoleh NIP." Tuturnya

Sementara Kepala BKPSDM Kabupaten Sumadang H. Endi Ruslan mengatakan, permasalahan tenaga honorer yang di tanyakan oleh komisi I   ke BKPSDM terus dicarikan solusinya.

"Kami terus berupaya untuk mencarikan jalan keluarnya dan honorer K2  yang usianya lebih dari 35 tahun jika formasinya memungkinkan maka akan diupayakan diikutsertakan testing P3K," jelasnya.

Ia mengakui bahwa yang lulus P3K tahun lalu sampai saat ini seperti berjalan ditempat. Tapi maslah tersebut terjadi diseluruh Indonesia.

"Sampai saat ini kami masih menunggu keputusan dari pusat segala sesuatunya yang berkaitan dengan P3K, sebab permaslahan bukan di daerah tapi di pusat dan seluruh daerah mengalami hal yang serupa," pungkas H.Endi Ruslan.**