Kota, KORSUM.NET - Pentas seni Tari Umbul Kolosal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang di Kawasan Waduk Jatigede, dengan melibatkan 5.555 penari dari 270 se-Kabupaten Sumedang, Selasa (31/12/2019) lalu, ternyata gagal memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

Sebelumnya, pentas seni tari umbul kolosal tersebut, digadang-gadang akan memecahkan rekor Muri dengan jumlah penari terbanyak. Tetapi, nyatanya rencana tersebut gagal harus terealisasi.

Dikonfirmasi akan hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa mengatakan, maksud dari pertunjukan Tari Umbul Kolosal yaitu, untuk memelihara dan melestarikan seni budaya Sumedang, sekaligus untuk memperkenalkan wisata Sumedang dalah hal ini Waduk Jatigede. Bukanlah untuk memecahkan rekor Muri.

"Tujuannya untuk 'ngamumule' budaya Sumedang dan untuk memperkenalkan wisata di Sumedang, bukan untuk memecahkan rekor muri" ucap Hari, melalui pesan whatsapp, Kamis (2/1).

Sementara untuk anggaran pagelaran Tari Umbul Kolosal tersebut, sambung Hari, merupakan dari APBD Kabupaten Sumedang, yang nilainya hanya Rp 150 juta. Dan anggaran senilai itu, habis dipergunakan untuk mendanai segala kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan pertunjukan Tari Umbul Kolosal.

Jika ingin mengundang memecahkan rekor Muri, berarti harus menganggarkan lagi, karena untuk mendaftar rekor Muri tersebut harus pakai biaya yang bisa dibilang tidak sedikit.

"Ya sekitar Rp 50 juta untuk rekor muri.  Dengan anggaran segitu besarnya kita hanya dapat pengakuan saja. Tari Umbul Kolosal  kan, tujuannya bukan untuk pecahkan rekor, tapi untuk 'ngamumule' budaya sumedang. Dan yang terpenting penyelenggaraannya berjalan sukses," tegasnya.

Hari menambahkan, meski dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan, tetapi secara keseluruhan penyelenggaraan Tari Umbul Kolosal tersebut telah berjalan dengan sukses.

"Intinya, kegiatan ini bisa berjalan sukses dan bisa ngamumule budaya khas sumedang," tandasnya. **