Kota, KORSUM.NET - Untuk meminimalisir resiko menyebarnya Virus corona di Kabupaten Sumedang, Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pengecekan terhadap 312 tenaga asing yang berada di Kabupaten Sumedang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman mengatakan, pihak sudah melakukan pengecekan terhadap tenaga asing yang berada di Kabupaten Sumedang. Salah satunya yaitu tenaga asing asal China yang berada di PT Sino Hidro di Kecamatan Jatigede.

"Kita sudah melakukan pengecekan di PT. Sino Hidro, dimana disitu terdapat 200 tenaga asing yang bekerja. Dan dari jumlah tersebut terdapat 43 tenaga asing yang saat ini sedang pulang ke China," ucap Dadang didampingi Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang, dr. Reny Kurniawati Anton saat dikonfirmasi Korsum.net di ruang kerjanya, Senin (27/1).

Untuk itu, sambung Dadang, dengan adanya 43 tenaga kerja asing yang saat ini pulang. Pihaknya sudah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan melalui Pelabuhan, untuk memeriksa apabila tenaga asing yang pulang tersebut kembali ke Indonesia.

"Jadi kita terus akan melakukan pengecekan terhadap perusahaan yang memperkerjakan tenaga asing. Kita tentunya akan melakukan pengamatan Epidemiologi ke setiap perusahaan tersebut. Dan rencananya hari ini kita akan melakukan pengecekan ke Metallurgy Corporation of China (MCC) yang tengah mengerjakan proyek tol Cisumdawu. Dimana di MCC terdapat 60 warga asing," ujarnya.

Selain itu, tambah Dadang, pihak Dinkes Sumedang, sudah membuat langkah - langkah antisipasi untuk meminimalisir penyebaran virus Corona tersebut, yaitu dengan membuat surat edaran yang ditunjukkan kepada seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Sumedang.

"Kita juga sudah menghimbau agar, semua Puskesmas dapat terus menginformasikan jika ada gejala gejala. Dan kalau memang ada gejala nanti akan ada tim yang datang, selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit dan nantinya pihak rumah sakit akan kordinasi dengan RS rujukan," ujarnya.

Ditempat yang sama Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang, dr. Reny Kurniawati Anton menambahkan, dilihat dari data November hingga Desember 2019, dari tenaga kerja asing tidak ada tenaga kerja, tidak ada tenaga kerja asing yang masuk ke Sino Hidro.

Namun, terkait 43 tenaga asing yang pulang, informasinya akan datang pada tanggal 30 sampai dengan 12 Februari 2020. Untuk itu kita sudah bekerjasama dengan Puskesmas Jatigede agar memantau kepulangan tenaga kerja asing tersebut.

"Disitu kita akan kerja keras, bagaimana mana kita harus menyiapkan screening, supaya mereka bisa terkontrol tidak menderita atau membawa virus tersebut. Dan pengamatan kita akan berakhir dua minggu setelah tanggal 12 Februari, atau dimana hari terakhir mereka kembali kesini, karena masa inkubasinya yaitu 7 sampai 14 hari," ucapnya.

Reny juga mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang dan Rumah Sakit Pakuwon, agar pihak Rumah Sakit harus membuat satu kondisi menyiapkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk antisipasi virus Corona tersebut.

"Di Rumah Sakit mempunyai ruang isolasi, dimana ruang isolasi tersebut sudah teruji oleh pasien yang suspek Dipteri," tandasnya.

Dadang menambahkan, agar masyarakat Sumedang mengenali gejala gejala apabila terjangkit virus corona yakni, demam, batuk filek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih lesu dan gejala itu pun patut diwaspadai apabila yang bersangkutan sempat ke China belum lamai ini atau sekitar akhir tahun 2019 memasuki 2020. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak gusar menyikapinya sebab, pemerintah daerah tengah mengambil upaya upaya serius.

"Kami imbau masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat seperti sering cuci tangan dengan sabun, gunakan masker saat batuk atau pilek, konsumsi gizi seimbang, hati hati saat kontak dengan hewan, rajin olahraga yang cukup dan hindari mengkonsumsi daging yang tidak dimasak," tandasnya. **