Tanjungkerta, KORSUM.id - Desa Mulyamekar Kecamatan Tanjungkerta berpenduduk sekitar 3 ribu lebih, diawal tahun ini (2020) seolah ketimpa durian runtuh. Sebab, setengah dari jumlah penduduk desa itu akan mendapat sertivikat tanah secara gratis.

Awal tahun ini, Desa Mulyamekar meraih kuota cukup besar dalam Program Nasional (Prona) dengan Pendaptaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

Sekitar 1500 KK akan mendapatkan sertifikat tanah yang diperkirakan akan dibagikan kepada masyarakat dipertengahan tahun ini juga. "Masyarakat antusias menyambut program BPN ini," tutur Kades Mulyamekar Rahwi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/1).

Prona merupakan program Badan Pertanahan Nasional (BPN) secara gratis. Namun kata dia, di desa nyatanya tidak segratis di BPN, sebab dalam program ini tidak terlepas adanya biaya yang harus dikeluarkan seperti biaya materai, akomodasi dan yang lainnya.

"Desa terpaksa harus meminta biaya kepada masyarakat pemohon sertivikat tanah sebesar 150 ribu per-KK. Meskipun ada pungutan kepada masyarakat, namun pungutan itu disesuaikan dengan SKB Menteri," ujarnya.

saat ini, lanjut dia, semua perangkat desa sedang sibuk melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi sertifikat tanah sehingga diharapkan dapat dibagikan dipertengahan tahun ini juga.

Ditambahkan, sekitar Desember 2019 lalu, pihak desa mengusulkan Prona ke BPN untuk 1700 KK. Tidak lama kemudian pihak BPN menggelar sosialisasi di Kecamatan.

"Saat sosialisasi BPN di  Kecamatan, menyebut akan konsentrasi di dua kecamatan yaitu Tanjungkerta dan Tanjungmedar, dan alhamdulillah Desa Mulyamekar dapat kuota cukup besar yaitu 1500 KK," ujarnya.**