Kota, KORSUM.NET - Revitalisasi  Tanjungsari ditargetkan akan selesai tahun 2020 ini. Adapun anggaran untuk revitalisasi pasar tersebut dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat senilai Rp.15 Miliar dari yang merupakan dari Program Pasar Juara.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumedang, Wowo Sutisna mengatakan, rencana revitalisasi pasar Tanjungsari saat ini sudah memasuki tahap sosialisasi terhadap warga pasar.

"Tentunya harus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu dalam rencana revitalisasi pasar tersebut, karena dengan anggaran Rp.15 miliar tidak memungkinkan untuk revitalisasi secara menyeluruh," ucapnya saat dikonfirmasi Korsum.net, Rabu (29/1).

Selain itu, sambung Deni, untuk merevitalisasi pasar Tanjungsari juga, harus dilakukan revisi mengenai Detail Engineering Design (DED) yang sudah ada. Pasalnya DED yang sudah ada, kebutuhan revitalisasi pasar berkisar Rp.45 juta, sementara anggaran dari bantuan keuangan provinsi hanya Rp.15 miliar.

"Untuk revisi DED pasar Tanjungsari sudah dilakukan, dan kita saat ini terus melakukan sosialisasi kepada warga pasar, agar revitalisasi bisa segera dilakukan," ujarnya.

Lebih lanjut Deni menuturkan, jumlah kios di Pasar Tanjungsari saat ini terdapat sekitar 600 kios. Sementara dengan anggaran Rp.15 miliar hanya merevitalisasi 154 kios saja.

"Mudah - mudahan untuk revitalisasi ini, ada kelanjutannya sehingga bisa membangun secara keseluruhan," sambungnya.

Sementara untuk Tempat Penampungan Sementara (TPS) selama proses revitalisasi pasar, rencananya ada tiga lokasi yang rencananya akan dipakai.

"Ada tiga alternatif kalau tidak salah, tapi kita lihat saja nanti keputusan dimana TPS-nya. Dan untuk anggaran pembangunan TPS rencananya ada anggaran pendampingan dari APBD sumedang," tandasnya. **