Kota, KORSUM.NET - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang, menghentikan sementara aktivitas galian C, milik PT. Jaya Prima Utama (JPU) yang berlokasi di Desa Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.

Adapun penghentian aktivitas galian C tersebut bersifat sementara. Dimana, selama diberhentikan, pemilik galian dilarang melakukan aktivitas transaksi jual beli material, selama area galian belum ditata dengan baik.

"Iya, kita sudah menutup sementara untuk aktivitas jual beli material galian milik PT. JPU pada hari senin (6/1) kemarin. Adapun kalau ada aktivitas, itu hanya sebatas penataan saja," kata Kapala Bidang Penegakan Perda pada Satpol PP Kabupaten Sumedang, Deni Hanafiah saat dikonfirmasi KORSUM.NET diruang kerjanya, Selasa (7/1).

Terkait perizinan PT. JPU sendiri, sambung Deni, mereka sudah memiliki izin, hanya saja cara mereka dalam melakukan aktivitas pertambangan sudah melanggar ketentuan menganai pertambangan.

"Jadi, cara yang mereka lakukan saat melakukan aktivitas galian, itu sudah melanggar atau mengganggu ketentraman dan ketertiban. Dan nanti Satpol PP juga akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik galian C," ucapnya.

Disinggung berapa lama penutupan galian PT. PJU tersebut, Deni menegaskan pihaknya akan menutup atau melarang aktivitas jual beli material tersebut. Apabila si pemilik tidak melakukan penataan dengan baik.

"Ini kan sudah mempunyai izin, kita akan perbolehkan kembali aktivitas jual beli material, apabila mereka sudah melakukan penataan dan pertambangannya dengan benar, cara tambang yang mereka lakukan kemarin itu sudah dilarang," tegasnya.

Sebelumnya masyarakat sumedang dihebohkan dengan viralnya video longsor di salah satu tambang pasir yang berada di Desa Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka di Media Sosial Whatsapp pada hari minggu (5/1).

Namun, setelah dilakukan pengecekan ke lokasi tambang pasir oleh berbagai pihak, baik dari Kepolisian, BPBD dan Satpol PP, ternyata video longsor tersebut bukanlah bencana alam, melainkan aktivitas biasa dan bahkan sering dilakukan oleh pengusaha tambang, untuk memudahkan aktivitas tambangnya. **