Sumedang Selatan, KORSUM.NET - Intensitas hujan yang tinggi kembali mengakibatkan Tembok Penahan Tebing (TPT) SDN Peusar Desa Baginda Kecamatan Sumedang Selatan.

Longsoran tebing selebar 20 meter dengan ketinggian 8 meter ini juga menutup akses jalan utama menuju lokasi sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Eka Ganjar mengatakan, longsornya TPT SD Peusar terjadi akibat intensitas yang tinggi sehingga mengakibatkan TPT ambruk.

"Kejadiannya sekira Pukul 16.15 WIB, dan alhamdulillah tidak ada bangunan SD yang mengalami kerusakan. Jadi ini hanya tebingnya saja ya, SD nya tidak apa-apa," terang Agus saat dikonfirmasi wartawan saat meninjau lokasi ambruknya TPT SD Peusar, Senin (27/1).

Dengan kejadian ini, sambung Agus, pihaknya saat ini akan mengadakan rapat dengan melibatkan semua unsur, baik dari pihak Dinas Pendidikan, SD Peusar, Desa, Kecamatan, unsur Polisi dan Babinsa Desa Baginda.

"Kita akan rapat dulu, untuk menentukan besok apakah anak sekolah diliburkan atau tidak dan langkah - langkah antisipasi untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Kemungkinan satu atau dua hari akan diliburkan, karena kita akan ada kajian terlebih dahulu," ucapnya.

Selain itu, tambah Agus, hari ini juga kita akan menurunkan alat berat untuk merapikan longsoran tanah, Dan TPT akan segera diperbaiki dengan alokasi anggaran sesuai aturan yang berlaku.

"Kita sudah komunikasi bersama Pa Kabid Sapras dan BPKA agar melakukan mekanisme pergeseran sesuai mekanisme yang diatur dalam perundang-undangan. Jangan sampai nanti mentang-mentang ingin cepat, tapi mekanisme keuangan dilanggar ya salah juga," jelasnya.

Sementara itu Kabid Sarana dan Prasarana pada Disdik Eka Ganjar menambahkan, kondisi sekolah aman, hanya jalan yang biasa dilewati para pelajar tertimbun longsor dan tidak bisa lagi dilalui.

"Untuk kondisi sekolah kami pastikan aman, hanya sekarang jalan utama menuju ke sekolah rusak karena longsor," ujar Eka.

Eka menambahkan, pihaknya akan segera membangun jalan baru menuju sekolah di lokasi yang lebih aman dan tidak rawan longsor. "Untuk sementara siswa bisa jalan memutar menuju sekolah," pungkas Eka. **