Sumedang Selatan, Korsum.net - Dua KK (Kepala Keluarga) di Dusun Cibungur Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan, harus diungsikan, karena terdampak langsung bencana pergerakan tanah, akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil.

Tim Unit Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (URC BPBD) Kabupaten Sumedang, Ato Ariyanto mengatakan, kontur tanah yang labil, ditambah intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan terjadinya bencana pergerakan tanah yang berdampak ada dua KK di Dusun Cibungur Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan harus diungsikan ke rumah kerabatnya.

"Pergerakan tanah tersebut terjadi, pada hari Jumat (24/1), sekira pukul 01.00 WIB dinihari. Dimana panjang retakan ± 50 meter," ucap Ato saat dikonfirmasi Korsum.net, melalui sambungan teleponnya.

Diungsikannya kedua KK tersebut, sambung Ato, karena kondisi kedua rumah milik KK tersebut mengalami retak retak dan sudah tidak layak untuk ditempati.

"Selain itu juga ada dua rumah lainnya yang juga terancam akan bencana pergerakan tanah tersebut," ujarnya.

Anto menambahkan, sebelumnya juga sudah ada kajian dari badan geologi di area tersebut masuk dalam Zona Merah atau kawasan bukan untuk pemukiman.

"Pihaknya sudah menghimbau kepada warga dusun Cibungur agar selalu waspada, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Karena daerah tersebut rawan terjadi bencana pergerakan tanah," pungkas Ato. **