Kota, KORSUM.NET - Usia produktif mendominasi, meningkatnya jumlah penderita kasus HIV / AIDS di Kabupaten Sumedang. Tercatat di tahun 2019, ada sebanyak 114 kasus dengan jumlah meninggal 6 orang.

Dimana berdasarkan jumlah kumulatif orang pernah mendapatkan perawatan terkait kasus HIV AIDS sendiri, usia produktif (25 - 48) tahun mencapai angka 140 orang yang berjenis kelamin laki laki, dan 83 perempuan. Sementara berdasarkan resiko, LSL (Lelaki suka lelaki) mendominasi jumlahnya yaitu mencapai 104 kasus.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati mengatakan, saat ini angka kasus penderita HIV AIDS di Kabupaten Sumedang kembali mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya yang hanya ada 60 kasus dengan jumlah yang meninggal 4 orang saja.

"Kasus HIV/AIDS terus bertambah diusia produktif, selain itu salah satu faktor lainnya yaitu perubahan gaya hidup (Milenia) berpotensi menimbulkan kasus baru," ucap Retno didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, dr. Renny K Anton, Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi, Ai Andriany dan Kasie Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dr. Rahmatullah Sidik saat kegiatan Diskusi Peranan Pers dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Sumedang, yang di Sacipa (Sapphire City Park) Jl Prabu Tajimalela, Rancapurut Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara, Selasa (21/1).

Dengan terus bertambah kasus HIV AIDS di diusia produktif, sambung Retno, perlu adanya usaha dan upaya untuk mencegahnya secara optimal dan efektif dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pihak terkait lainya.

"Ada beberapa langkah yang akan kami laksanakan bersama stakeholder terkait dan akan terus berupaya menurunkan kasus baru terkait dengan HIV AIDS juga bagaimana dalam menurunkan angka kematian terlebih, adanya stigma diskriminasi kepada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)," ujarnya.

Adapun pada tahun 2019 lalu, tambah Retno, di Sumedang terdapat 114 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 6 orang akibat HIV AIDS. Selain itu, jumlah kumulatif orang yang pernah masuk perawatan sebanyak 342 terdiri dari, laki laki sebanyak 211 dan perempuan sebanyak 131 orang.

"Penularan HIV AIDS di Sumedang pada umumnya terjadi akibat cairan tubuh yang mengandung HIV melalui kontak seksual baik heteroseksual, homoseksual, maupun biseksual, kontak darah seperti transfusi, penggunaan jarum suntik berulang, akupuntur, tindik, tatoo dan dari ibu ke anak melalui proses persalinan serta saat pemberian ASI," jelasnya.

Namun, terdapat kelompok resiko tinggi terhadap penularan HIV AIDS yakni, pada pengguna narkotika, pekerja seks komersil dan pelanggannya, serta narapidana.

"Infeksi HIV AIDS saat ini juga telah mengenai semua golongan masyarakat, baik kelompok resiko tinggi maupun masyarakat umum. Hal ini terbukti dari bayi yang tertular HIV melalui ibunya menunjukkan tahap lebih lanjut dari tahap heteroseksual," ujarnya.

Retno menambahkan, untuk menekan angka HIV AIDS di Sumedang tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan instansi terkait lain. Dengan sejumlah program seperti, quartely meeting, secara mobile ke populasi kunci, set up layanan Voluntary Counselling and Testing (VCT), Infeksi Menular Seksual (IMS) dan Antiretroviral (ARV).

"Untuk menekan angka tersebut juga, kita melakukan kegiatan komprehensip berkesinambungan, supervisi, peningkatan kapasitas kader peduli TB HIV AIDS, pendampingan bagi ODHA, serta penjangkauan terhadap populasi kunci," pungkas Retno. **