Cimanggung, KORSUM.NET - Komisi II dan IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah proyek perumahan di Kaki Gunung Geulis yang menjadi penyebab terjadinya banjir lumpur di wilayah Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor pada Minggu (10/2) kemarin.

Ketua Komisi II DPRD Sumedang, Warson yang mengatakan, adanya peristiwa banjir lumpur dan banjir di jalur nasional Bandung-Garut tepatnya di KM 23 perlu adanya perhatian dari semua pihak.

"Tadi kita sudah lakukan pengecekan, untuk mengetahui sumber air terbesar di kawasan Jatinangor dan Cimanggung tersebut berasal, terutama saat hujan turun. Hasilnya, kami menduga, sumber air terbesar ketika turun hujan, berasal dari adanya sejumlah proyek perumahan di kawasan Gunung Geulis," ucap Warson saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Senin (10/2).

Selain itu, sambung Warson, setelah dilakukan pengecekan, pihaknya menilai ada beberapa hal yang perlu dibenahi oleh pihak yang pengembangan, yaitu Fasum dan Fasos  (Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial).

"Kami juga meminta, agar  pengembang proyek perumahan di kawasan Gunung Geulis, segera membenahi untuk Fasum dan Fasosnya," tandasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Sumedang, Asep Ronny Hidayat bahwa, pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Satpol PP dan Instansi terkait lain lakukan peninjauan ke sejumlah lokasi terjadinya banjir lumpur di Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor yang terjadi kemarin.

"Peninjauan ini kami lakukan, untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab banjir lumpur di kawasan Jatinangor dan Cimanggung dan juga banjir langganan yang kerap terjadi di jalan raya Bandung-Garut KM 23," ucap Roni.

Setelah dilakukan pengecekan, sambung Asep, ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut, selain karena curah hujan yang tinggi diperparah dengan saluran air yang dinilai kurang besar, sehingga tidak dapat menampung debit air ketika hujan tiba.

"Untuk mengatasi itu, perlu adanya tindakan bersama dari semua intansi terkait, agar semua permasalahan itu dapat selesai," tandasnya. **