Kota, KORSUM.NET - Harga bawang putih di Pasar Inpres Sumedang, Pasar Tanjungsari, dan Pasar Jatinangor tembus Rp 75.000/Kg.

Sebelumnya, harga normal ketika impor berjalan hanya Rp 28.000/Kg. Selain bawang putih, harga sayuran dan sembako lainnya relatif normal.

Diduga pemicu kenaikan harga bawang putih tersebut, akibat ulah spekulan yang sengaja memanfaatkan disetopnya impor bawang putih sementara.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumedang, Somali mengatakan, kenaikan harga saat ini diduga akibat ulah spekulan.

Padahal, pemerintah pusat hanya menghentikan impor bawang putih tersebut sementara. Seharusnya, imbuh somali, harga bawang putih saat ini masih normal.

"Informasi dari Bulog, memastikan stok bawang putih masih aman. Walaupun impor dari China dihentikan sementara. Diduga kenaikan harga sekarang ini karena ulah spekulan," kata Somali saat dikonfirmasi Korsum.net, Selasa (11/2).

Adanya desas-desus isu virus corona dan penghentian impor sementara oleh pemerintah, sambung Somali, dimanfaatkan spekulan untuk menaikkan harga jual di pasaran.

"Kita sudah koordinasi dengan Bulog, Satgas Pangan Polres Sumedang, untuk menyikapi kenaikkan harga ini. Dan dalam waktu dekat kita juga akan melakukan operasi pasar untuk kembali menormalkan harga bawang putih tersebut" tandasnya.

Sementara itu Pemilik Jongko di Pasar Inpres Sumedang, Hj Cucu mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi sejak seminggu.

"Katanya sudah ga impor dari China, jadi harganya mahal. Saya juga gak tahu kenapa bawang putih tidak di impor lagi," ucapnya saat dikonfirmasi Korsum.net di jongko miliknya, Selasa (11/2) siang.

Hal senada dikatakan pemilik kios lainnya H Rusmana bahwa, kenaikan harga bawang putih sudah mulai terasa sejak tiga hari kebelakang.

Mulai sepekan ini, harganya terus merangkak naik. Mulai dari Rp 60.000/Kg hingga saat ini mencapai Rp 75.000/Kg.

"Tiga hari yang harganya masih di angka Rp 60.000 sampai Rp 65.000. Hari ini harganya sudah mencapai Rp 75.000 per kilogram," ujarnya.

Rusmana menyebutkan, stok bawang putih di Pasar Inpres Sumedang hampir rata-rata dipasok dari Pasar Caringin, Kota Bandung. Dan informasinya, kenaikan harga bawang putih disebabkan disetopnya impor dari China.

"Katanya sih, karena virus corona, impor bawang putih dari China dihentikan. Pembeli juga banyak yang ngeluh karena harganya mahal, tapi ya mau gimana lagi, dari sananya juga sudah naik," tandasnya. **