Sumedang, KORSUM.NET - Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Sumedang mengakibatkan terjadinya bencana longsor dan banjir yang merendam puluhan rumah.

Adapun data bencana yang terjadi hari ini diterima Korsum.net, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, bencana banjir terjadi di tiga wilayah, yaitu Kecamatan Cimanggung akibat meluapnya sungai citarik, Kecamatan Pamulihan dan Kecamatan Sumedang Utara. Sedangkan untuk bencana longsor terjadi di Kecamatan Pamulihan dan Sumedang Selatan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Yedi mengatakan, terjadi banjir dibeberapa wilayah di Kabupaten Sumedang itu, akibat meluapnya air di beberapa sungai. Seperti yang terjadi di Dusun Panjeleran RT 03 RW 01 Desa Padasuka Kecamatan Sumedang Utara, akibat meluapnya air di Sungai Cipeles, sehingga merendam sekitar 28 rumah warga.

Hal serupa terjadi di Kecamatan Cimanggung, dimana akibat meluapnya sungai Citarik mengakibatkan 45 KK atau 125 orang di Dusun Gunung Tanjung RT 03/04 Desa Sindangpakuon terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 60 cm
dan saat ini sejumlah warga tersebut harus mengungsi.

Sedangkan banjir yang terjadi di Dusun Citali RT 01 RW 07 Desa Ciptasari Kecamatan Pamulihan, mengakibatkan Pabrik Cilok Milik atas nama Bpk Ustadz Mujahidin 1 KK 5 Jiwa terendam banjir dengan debit ketinggian air sekitar 50 cm beserta sawah milik warga juga ikut terendam sekitar 3 hektare beserta 11 kolam ikan ikut terndam.

"Selain rumah warga yang terendam, ada juga kendaraan bermotor yang ikut terendam akibat banjir tersebut, dan saat ini sedang dilakukan evakuasi baik warga dan kendaraan tersebut. Dan untuk warga saat ini diungsikan ke tempat yang lebih aman, dibantu oleh pihak TNI, Polri serta unsur lainnya," ujarnya pada Korsum.net, Jumat (28/2).

Sementara untuk kejadian longsor,  sambung Yedi, terjadi di Dusun Segel RT 01 RW 02 Desa Ciptasari Kecamatan Pamulihan, dimana tebing tanah dengan panjang 10 meter dan lebar 8 meter roboh. Sedangkan di Dusun Haurkoneng RT 01 RW 02 Desa Ciherang Kecamatan  Sumedang selatan yaitu bagian pinggir rumah dan halaman tergerus longsor, akibat ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT).

"Alhamdulillah, dari sejumlah bencana yang terjadi hari ini tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini Kepala desa ciptasari bersama Babinsa beserta warga dan BPBD kab sumedang meninjau lokasi untuk membersihkan material longsoran yang menutupi ruas jalan kecamatan pamulihan," tegasnya.

Yedi menghimbau, dengan hujan yang intensitasnya masih tinggi, agar warga masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai Cipeles dan Citarik untuk terus waspada.

"Saat ini kan seusai dengan perkiraan dari BMKG kalau Kabupaten Sumedang termasuk wilayah yang masih berpotensi hujan sedang, lebat, bahkan berpotensi juga angin kencang dan kilat. Untuk itu kita menghimbau agar masyarakat terus waspada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," tandasnya. **