Sumedang, KORSUM.NET - Malang nian nasib Wati (45) Janda yang hidup satu rumah dengan anak dan dua cucu nya di Dusun Panjeleran Desa Padasuka Kecamatan Sumedang Utara. Karena panik air tiba-tiba masuk kerumahnya, pakaian serta perabotan rumah tangganya hancur, akibat banjir yang terjadi pada Jumat (29/2) sore.

Tanpa berpikir panjang, Wati langsung menyelamatkan cucunya yang masih bayi berumur 4 bulan untuk segera diungsikan kerumah tetangganya.

"Saya gak peduli harta, yang penting nyawa anak-anak dan kami selamat". Ujar Wati saat dikonfirmasi Korsum.net, sambil memungut pakaian yang sudah basah hanyut oleh air.

Wati mengatakan, semua pakaian miliknya serta anak-anaknya yang disimpan di 2 lemari tidak terselamatkan. Selain itu juga peralatan rumah tangga juga turut hancur dan hanyut terbawa banjir.

"Sebelum terjadi banjir, saya sempat melihat dulu sungai, tapi airnya belum naik kepemukiman, namun ketika saya didalam rumah tiba-tiba air sudah memenuhi dalam rumah, saya panik dan tanpa berpikir panjang saya langsung selamatkan cucu saya yang masih bayi berumur 4 bulan," tuturnya.

Wati mengaku, dirinya tinggal di rumahnya hanya dengan anak perempuan dan cucunya yang berumur 2,5 tahun dan bayi 4 bulan. Dan akibat banjir sat ini mereka mengungsi di rumah tetangganya.

"Saat ini kami membutuhkan pakaian dan baju buat cucu-cucu saya, terutama yang masih bayi," tandasnya.

Sementara pantauan Korsum.net dilapangan, hingga pukul 22.30 WIB air masih menggenangi pemukiman, sebanyak 6 rumah yang tergenang banjir dan satu mesjid yang sudah dibersihkan oleh kepolisian, BPBD, Pol PP,  dan relawan.

Seperti diberitakan Korsum.net sebelumnya, akibat hujan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Sumedang, mengakibatkan beberapa wilayah mengalami banjir, seperti di Wilayah Kecamatan Cimanggung, Pamulihan dan Kecamatan Sumedang Selatan, dimana dampaknya sekitar ratusan rumah terendam banjir. **