Sumedang, KORSUM.NET - Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana menegaskan pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus pembagian Bantuan Sosial Pangan Nutrisi yang saat ini banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat atau Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

"Iya, kita sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus penyaluran Bansos Nutrisi yang banyak dikeluhkan oleh Masyarakat," ujarnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, usai menghadiri Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ) di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang, Jl Cut Nyak Dien, Sabtu (22/2).

Dalam hal pengawasan pendistribusian terkait kejadian kemarin di beberapa daerah, sambung Kapolres, pihaknya akan melakukan penyelidikan apakah ada unsur kesengajaan baik dari pengusaha atau aparat sipil dalam penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tersebut.

"Kalau tim sudah berjalan, tetapi kalau untuk pemeriksaan belum dilakukan, sementara ini masih dalam penyelidikan," tandasnya.

Seperti diberitakan Korsum.net sebelumnya, keluhan terkait tidak sesuainya Bansos Nutrisi juga terjadi dibeberapa wilayah Kecamatan, seperti di Kecamatan Wado, Jatinunggal, Ujungjaya, Rancakalong dan Kecamatan Cimalaka. Dimana pada umumnya anggaran Bansos Nutrisi dari program BPNT ini, yang seharusnya senilai Rp.40 ribu, kenyataan yang diterima ditaksir Rp.15 sampai Rp. 20 ribu saja.