Kota, KORSUM.NET - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan jasa Rentenir. Menyikapi semakin maraknya Rentenir itu kata dia, Pemda Sumedang sudah membentuk Satgas antisifasi Rentenir.

"Pemda juga akan mengkaji lebih dalam prodak hukum Bank Emok sebelum lakukan upaya pencegahannya. Biar pemerintah yang menangani persoalan Rentenir itu, " tegas bupati di Gedung Negara, Jumat (21/2).

Bupati juga menyarankan kepada masyarakat yang membutuhkan dana. Sejatinya lanjut dia, kepada jasa keuangan yang jelas aturannya sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Di kita ada Bank Sari'ah untuk pengusaha kecil. Ada LKM BPR Mikro, BMT termasuk Bank Sumedang untuk menurunkan masyarakat pinjam ke Bank Emok yang sudah menyalahi aturan, " katanya.

Ditempat terpisah, sebelumnya Kamis (23/1) puluhan Ormas Islam mendatangi gedung DPRD mempertanyakan status Bank Emok. Kata mereka,   Bank Emok sudah merambah kelapisan paling bawah masyarakat seperti virus paling berbahaya.

Ketua Komisi 1 DPRD Warson kepada media ini mengatakan, cara Bank Emok dalam memberi pinjaman ke masyarakat dengan sistem tanggungrenteng secara berkelompok.

"Namun masalahnya, jika salah satu ada yang tidak bisa bayar, maka anggota lain harus tanggungjawab yakni membayar yang tidak bisa bayar sehingga jadi beban kepada yang lainnya," tuturnya.

Namun lanjut dia, berdasarkan keterangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa di Perbangkan tidak ada istilah Bank Emok. Memang ada Bank legal yang memberi pinjaman secara kelompok sehingga mungkin dimanfaatkan oknum untuk menjerat.**