Sumedang, KORSUM.NET - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan 6 Unit mesin untuk produksi di Kampung Kaos Kaki Desa Cikondang Kecamatan Ganeas. Upaya tersebut sebagai bukti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar terus mengupayakan kemajuan desa dengan meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, akan membantu mewujudkan kampung kaos kaki lebih maju.

"Hari ini kita memberikan secara simbolis bantuan mesin pembuat kaos kaki dari CSR Bank BJB sebanyak 6 unit senilai Rp 500 juta," ucapnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Kampung Kaos Kaki Desa Cikondang Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang, Sabtu (15/2).

Bantuan mesin kaos kaki ini, sambung Gubernur, merupakan salahsatu upaya Pemprov Jabar dalam mendukung program Sumedang Simpati dan Jabar Juara serta mewujudkan One Village One Product.

"Insyaallah, diawal minggu depan bantuan tersebut, sudah sampai dan mudah - mudahan bisa langsung dipergunakan untuk berproduksi," tandasnya.

Sementara itu pelopor adanya Kampung Kaos Kaki yang juga
Ketua Gerakan Wirausaha Muda (Garuda) Kabupaten Sumedang, H. Nana melalui Rafika Adnur mengatakan, Garuda merupakan sebuah gerakan dibawah bimbingan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, yang dibentuk untuk meningkatkan jumlah wirausahawan muda di Sumedang.

"Kampung kaos kaki yang berada di Desa Cikondang Kecamatan Ganeas ini merupakan perwujudan dari salah satu visi Bupati Sumedang yakni, kreatif ekonominya dan juga sejalan dengan visi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, terwujudnya Jabar juara lahir batin dengan inovasi juga kolaborasi," kata Rafika kepada wartawan seusai kegiatan kunjungan Gubernur Jabar ke Kampung Kaos kaki di Desa Cikondang Kec. Ganeas Kab. Sumedang Jabar, Minggu (15/2).

Rafika mengatakan, sejak akhir tahun 2018 lalu pihaknya telah mengajukan konsep kampung kaos kaki yakni, satu desa diinisiasi untuk memiliki kemampuan melakukan produksi kaos kaki, baik secara personal skill maupun fasilitas.

"Alhamdulillah pada bulan Maret 2019 lalu, telah dilaksanakan pelatihan oleh Disnakertrans Sumedang, dan ditetapkan desa Cikondang ini sebagai kampung kaos kaki, kemudian sebanyak 20 orang telah dilatih untuk menjadi pionir guna menyukseskan kampung kaos kaki ini," katanya.

Selain itu, sambung Rafika, dirinya melihat peluang pasar, pasalnya setiap siswa tentunya membutuhkan kaos kaki, begitu pula pegawai pemerintah, terlebih kebutuhannya selalu disuplai dari luar, besar harapan kedepannya kebutuhan kaos kaki dapat disuplai dari desa Cikondang.

"Produksi kaos kaki saat ini bergerak dibawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), sesuai dengan Peraturan Desa (Perdes), kedepannya 20 persen dari keuntungan akan disalurkan menjadi pendapatan asli desa. Kendati demikian Garuda mengapresiasi positif adanya dukungan dari Pemprov Jabar dan pihak terkait lain yang ikut serta mewujudkan kampung kaos kaki semakin maju," tandasnya. **