Sumedang, KORSUM.NET - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, mencatat kerugian yang diakibatkan bencana dari bulan Januari hingga Februari 2020 ini mencapai Rp.1,7 Miliar.

Kepala BPBD Kabupaten Sumedang, Ayi Rusmana mengatakan, bencana yang terjadi pada kurun waktu bulan Januari hingga Februari ini, diantaranya longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, banjir bandang , pohon tumbang.

Menurut Ayi, semua kejadian bencana itu terutama longsor, banjir, dan pergerakan tanah dipicu oleh curah hujan yang tinggi. Karena potensi hujan masih mungkin terjadi.

"Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada jika hujan turun dengan intensitas yang tinggi. Terutama untuk wilayah wilayah yang sudah terjadi pergerakan tanah. Karena dilihat dari topografi-nya, wilayah Sumedang, memang merupakan daerah perbukitan dan pegunungan, yang sangat berpotensi terjadi bencana pergerakan tanah," jelasnya.

Sementara upaya yang dilakukan BPBD Sumedang sendiri, sambung Ayi, untuk melakukan pencegahan dan pengawasan bencana. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan juga sudah membentuk relawan bencana di daerah yang berpotensi Becanda.

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan himbauan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang berpotensi bencana.

"Untuk sosialisasi, sering kita lakukan, termasuk himbauan juga kepada masyarakat," ucapnya.

Ayi menambahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan hasil kajian dari BPBD terkait daerah - daerah yang berpotensi Becanda ke Dinas terkait lainnya, untuk dilakukan antisipasi.

"Untuk pencegahan juga, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah bencana," ucapnya.

Adapun dampak kejadian bencana yang terjadi pada periode Januari dan februari, yaitu kerusakan rumah mencapai 52 rumah yang terdiri dari rusak berat 5, sedang 7 dan rusak sedang 40 rumah. Sedangkan kerusakan lainnya seperti (Fasilitas umum) terdapat 8 unit, infrastruktur 5 jenis, dan ekonomi produktif, sosial, lintas sektoral masing - masing 1 jenis.

"Untuk korban KK atau jiwa sendiri yang terdampak akibat bencana tersebut mencapai 809 KK dengan 1670 jiwa," tandasnya. **