Sumedang, KORSUM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) memberikan klarifikasi terkait proses pemakaman salah satu warga Blok 7 Perum Jatihurip Desa Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara yang pada proses pemakamannya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Humas RSUD Kabupaten Sumedang, Iman Budiman mengatakan, kalau sebelumnya pihak RSUD dimintai bantuan oleh masyarakat, terkait pemulasaraan jenazah. Dimana masyarakat merasa kawatir almarhum terpapar virus Corona.

"Intinya, kita hanya dimintai bantuan saja oleh masyarakat. Karena almarhum meninggal diluar diluar penanganan pihak RSUD, sehingga kami perlakukan sebagai jenazah infeksius," ujarnya saat dikonfirmasi KORSUM, Jumat (27/3).

Adapun petugas yang memakai APD saat proses pemakaman, sambung Iman, itu sesuai dengan prosedur pemulasaraan Standar Prosedur Operasional (SPO) petugas pemulasaraan jenazah di lengkapi dengan APD.

"Kita akan berdosa, andai jenazah tersebut tidak di pulasara. Pada intinya, ya intinya pihak RSUD  melaksanakan fardu kipayah. Berhati hati bukan berarti kita menumpulkan rasa empati kepada pihak keluarga, karena kita adalah pelayanan masyarakat," kata Iman menegaskan.

Seperti diberitakan KORSUM sebelumnya bahwa, merasa khawatir terpapar corona, pemakaman Ai Aminah (51) salah seorang warga Blok 7 Perum Jatihurip Desa Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara, harus memakai standar pemakaman orang yang positif terpapar virus Corona atau Corona Virus Disease (Covid-19).

Pasalnya, baik pihak keluarga ataupun warga kawatir almarhum meninggal karena terpapar virus Corona.

Kepala Desa Jatihurip, Deden Wahidin membenarkan terkait proses pemakaman warganya yang memakai standar orang yang positif virus corona.

Menurutnya, pemakaman dengan standar orang yang positif virus corona dilakukan, karena kekawatiran warga sekitar. Karena sebelum meninggal korban sempat mengalami sakit flu dan sempat berobat ke dokter. Namun, sepulang berobat Ai meninggal di rumahnya.

"Jadi informasi dari warga, Diagnosa dr. Iswahyudi yang bersangkutan menderita TB (tuberculosis). Dan Saran dokter disuruh ke RSUD. Tapi almarhum malah pulang, dan meninggal di rumahnya. Dan dari pihak keluarga juga mau mengikuti standar tersebut," Kata Deden saat dikonfirmasi melalui sambung teleponnya, Jum'at (27/3).

Deden juga menuturkan, bahwa dari keterangan warga. Awalnya  suaminya yang mengalami sakit flu dan menular ke istrinya. Dan jenazah almarhum juga tadi malam dibawa ke RSUD atas persetujuan keluarga untuk dilakukan pemeriksaan.

"Meninggalnya Kamis (26/3) sore. Dan malamnya dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan. Kemudian tadi pagi jenazah dibawa ke TPU Perum Jatihurip untuk dimakamkan. Dan pemakamannya pun dilakukan oleh petugas medis dari RSUD Sumedang yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap," tuturnya.

Selain itu, sambung Deden, pada proses pemakaman tersebut juga, warga yang sempat melayat didata identitasnya. Sementara untuk Endang yang merupakan suami almarhum, saat ini dilakukan karantina di rumahnya.

"Suaminya saat ini harus dikarantina dirumahnya. Karena meraka tinggal berdua di rumah tersebut. Dan untuk saat ini juga, kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak RSUD terhadap jenazah almarhum. Mudah-mudahan negatif corona. Dan kalaupun positif, tentunya kita sudah menyiapkan langkah antisipasi penanganannya," tandasnya. **