Sumedang, KORSUM - Kabar tentang makam orang yang meninggal karena COVID 19 di area Bumi Perkemahan (Buper) Kiarapayung begitu cepat merebak dan membuat was was masyarakat sekitar. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir membenarkan adanya makam tersebut, diizinkan semata-mata karena pertimbangan kedaruratan dan demi kemanusiaan.

"Benar pada hari Sabtu kemarin ada orang meninggal karena COVID 19 dan dimakamkan di area Buper Kiarapayung. Jauh dari pemukiman dan tanahnya milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kami izinkan karena pertimbangan kedaruratan dan demi kemanusiaan," ungkap Dony di Sumedang. Senin (31/3).

Menurut Dony, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta izin kepada Pemda Kabupaten Sumedang karena sampai batas waktu tertentu jenazah ditolak dimana-mana dan tidak bisa segera dikebumikan. Izin diberikan setelah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang melakukan pembahasan yang cermat.

"Kami imbau agar masyarakat sekitar Kiarapayung tidak perlu khawatir dan tetap tenang. Kami menjamin pemakaman tersebut sesuai protokol kesehatan, serta kami pastikan aman. Tidak akan menjadi sumber penularan COVID 19," ucap Dony.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa pemakaman tersebut benar-benar darurat dan hanya dilakukan saat itu saja. Untuk berikutnya, apabila ada lagi yang meninggal  karena COVID 19 wajib dimakamkan di daerahnya masing-masing.

"Hari kemarin saat video conference, Bapak Gubernur Jawa Barat menginstruksikan agar tidak ada satu pun daerah kabupaten/kota yang menolak pemakaman orang yang terkena COVID 19," tegas Dony.

Selanjutnya Bupati Dony meminta agar dalam situasi seperti ini segenap warga masyarakat kompak dan selalu waspada, tetapi tetap berempati. "Jiwa kemanusiaan kita diuji. Kita wajib waspada terhadap pandemi COVID 19, tetapi harus tetap menjaga empati dan saling mengasihi," pintanya.

Sumber : Humas Pemda