KOTA, KORSUM.NET - Situasi dan kondisi terkait penyebaran COVID 19 pada tanggal 24 Maret 2020 di Kabupaten Sumedang perlu terus diwaspadai, karena sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya bahwa telah ada 1 orang warga dengan KTP Sumedang, terpapar di Bandung yang teridentifikasi positif COVID 19 tanpa menunjukkan gejala dan saat ini yang bersangkutan tengah menjalani isolasi di RSUD Kabupaten Sumedang

Adapun dapat kami laporkan perkembangan lengkapnya sebagai berikut, Positif COVID-19 1 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada dua kategori, ODP Berisiko yaitu orang yang datang dari wilayah yang terkonfirmasi covid-19 tapi tidak ada gejala sebanyak 1702 orang dan ODP Bergejala yaitu orang yang datang dari wilayah terkonfirmasi covid-19 dan ada gejala sebanyak 126 orang”. Ujar Iwa Kuswaeri Kadis Kominfo Sanditik saat Jumpa Pers di Gedung Negara Selasa (24/3/2020).

Menurutnya lonjakan ODP Beresiko terjadi karena teridentifikasi adanya warga di beberapa kecamatan (yang paling banyak Kec.Cisarua, Kec. Cibugel, Kec. Jatinunggal, Kec. Ujungjaya, Kec. Tomo, Kec. Paseh) yang bermata pencaharian di Jakarta (luar kota) pulang kampung.

Saat ini warga masyarakat dimaksud agar melakukan pemantauan secara mandiri dan membatasi interaksi sosial untuk jangka waktu 14 hari ke depan. Apabila ada keluhan diantaranya: demam, batuk, sakit tenggorokan agar berkunjung ke fasilitas kesehatan tersekat. Katanya.

Sedangkan ODP Bergejala ada penambahan baru sebanyak 104 orang dan selesai pemantauan 4 orang, sehingga jumlah yang dipantau adalah 126 orang.

Selanjunya, kata Iwa, sebagai salah satu upaya guna mengantisipasi dampak sosial ekonomi akibat dari Pandemi COVID-19 di Kabupaten Sumedang, pada hari ini, Selasa, 24 Maret 2020 Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang mulai mendistribusikan Bantuan Benih Padi Inbrida dan Jagung Hibrida bagi para petani di wilayah Kabupaten Sumedang.

“Telah didistribusikan Benih Padi Inbrida sebanyak 100 Ton untuk luas tanam 4.000 Hektare yang tersebar di 14 kecamatan, 146 desa, 237 kelompok tani dengan jumlah petani sebanyak 16.330 orang dan Benih Jagung Hibrida sebanyak 69 Ton untuk luas tanam 4.600 Hektare yang tersebar di 19 kecamatan, 97 desa, 196 kelompok tani, dengan jumlah petani sebanyak 10.222 orang. Tambah Iwa.

Khusus untuk pengembangan Jagung Hibrida pada musim tanam September-Oktober 2020, akan difasilitasi bantuan benih dari pemerintah sebanyak 111 Ton untuk luasan 7.400 Hektare.

Adapun kedua program unggulan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan para petani sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan daerah di Kabupaten Sumedang. Terangnya. 

Menyikapi perkembangan terkini terkait pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Daerah memiliki kesungguhan untuk melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayah Kabupaten Sumedang dengan telah dan akan melakukan berbagai cara, termasuk di dalamnya kami juga telah menyiapkan berbagai skema terkait penanganan sekaligus dampak dari penyebaran COVID-19 yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Hal terbaru yang kami lakukan adalah akan dilaksanakan segera penyemprotan disinfektan di seluruh ibu kota di 26 kecamatan menggunakan dua unit Water Cannon dari Polres Sumedang dan lima unit dari Pemadam Kebakaran. Ujarnya.