Sumedang, KORSUM - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang Ferry Budianto, dikagetkan dengan adanya produk  sanitizer dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang bertuliskan Not For Sale atau Tidak untuk dijual ditemukan bebas dipasaran dan di bandrol dengan harga yang cukup lumayan.

Menurut Feri, dirinya membeli sanitizer berukuran sekitar 30 ml ,  dan perlengkapan kesehatan lainnya untuk digunakan keluarga di rumah di salahsatu toko kecantikan yang ada di jalan Angkrek, Kelurahan situ, Kecamatan Sumedang Selatan.

"Ketauannya, tadi ketika saya perhatikan ada dua lable menempel pada sanitizer itu. Setelah dibuka ternyata ada tulisan not for sel Kemenkes RI yang sebelumnya ditutupi oleh lable harga dari toko itu," kata Feri pada KORSUM, Minggu (29/3).

Sementara itu,  harga satinizer tersebut juga dibandrol cukup mahal, yaitu Rp.27.000 untuk satu botolnya.

"Niatnya sih, tadi mau beli banyak. Namun ternyata sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Ferry meminta, karena itu merupakan produk pemerintah yang dijual bebas di toko-toko dengan harga yang mahal. Diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah. Terlebih saat ini  sanitizer dibutuhkan oleh masyarakat ditengah wabah virus Corona yang sedang melanda.

"Dari harganya saja saya pikir cukup mahal. Dan dikawatirkan di toko-toko lain juga banyak yang jual seperti ini," ujarnya.

Adanya kejadian tersebut, imbuh Feri, diduga ada peran dari oknum yang bekerja di lingkungan Kementerian Kesehatan pusat, provinsi ataupun daerah setempat.

"Ini kan jelas barang Kemenkes, jelas ko ada tulisannya. Kenapa bisa dijula diluar. Kemungkinan ini ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di lingkungan kementerian kesehatan. Untuk itu saya berharap pihak kepolisian untuk menindak lanjuti kasus seperti ini," tandasnya. **