Sumedang, KORSUM - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan Status Darurat Bencana Non Bencana Alam atas penyebaran Virus Corona atau Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Sumedang, kemungkinan diperpanjang sesuai keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dimana masa darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19
di Indonesia hingga 29 Mei 2020.

"Yang jelas nanti kita lihat dulu, kalau menurut situasinya kemungkinan diperpanjang. Nanti hari Sabtu lusa mungkin keputusan diperpanjang atau tidaknya," kata Dony saat melepas tim yg akan melaksanakan penyemprotan masif disinfektan di 26 kecamatan, di Halaman Gedung Negara, Kamis (26/3).

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin mengatakan, untuk masa belajar siswa di rumah sesuai SK Gubernur Jawa Barat, hingga saat ini masih sampai 31 Maret 2020, sehingga jika mengacu ke SK tersebut, tanggal 1 April masuk sekolah.

Akan tetapi, dua hari yang lalu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, menyatakan kebijakan ini sedang ditinjau ulang. Sehingga para Kepala Disdik se-Jabar saat ini masih menunggu apakah masa belajar dirumah ini diperpanjang atau tidak.

"Tapi yang jelas, kebijakan nasional kan sudah keluar, dimana masa darurat diperpanjang hingga tanggal 29 Mei 2020," ujarnya.

Selain itu, sambung, Agus, kebijakan nasional juga, menegaskan kalau untuk Ujian Nasional (UN) di tahun 2020 ini, ditiadakan atau dihapus. Kemudian untuk Ujian Sekolah (US) ada opsi, bisa dilaksanakan bisa juga tidak.

"Kalau UN kan sudah jelas ditiadakan. Sementara US masih ada opsi yaitu bisa dilaksanakan tetapi tidak dengan mengumpulkan peserta didik yaitu dengan cara portofolio jadi ada tugas mandiri, jika memang US mau dilaksanakan. Tetapi tidak dilaksanakan juga tidak apa-apa, namun penilaian mengacu pada nilai rapor lima semester. Berarti kalau SD," tuturnya.

Mengacu pada dua kebijakan tersebut, imbuh Agus, masa belajar rumah kemungkinan akan diperpanjang. Karena US juga tidak boleh dilaksanakan jika mengumpulkan peserta didik.

"Jadi, tanda-tanda masa belajar dirumah itu akan diperpanjang sudah kelihatan jika mengacu pada dua kebijakan tersebut," tandasnya.

Seperti diketahui jika Pemkab Sumedang, melalui surat keputusan Bupati No 443/KEP.155-BPBD/2020 tentang Penetapan Status Keadaan darurat Bencana Nonalam pandemi COVID-19 di Daerah Kabupaten Sumedang terhitung sejak tanggal 16 Maret sampai 05 April 2020 dan masa berlaku dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kebutuhan.

Status keadaan darurat tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi penyebaran COVID-19 ke Kabupaten Sumedang. Dan untuk itu Pemkab telah menyiapkan skenario antisipatif apabila ada perkembangan yang tidak diharapkan, baik dukungan fasilitas kesehatan (ruang isolasi dan perawatan), SDM kesehatan maupun sarana kesehatan lainnya. **