Sumedang, KORSUM.NET - Untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan dalam rangka kolaborasi terkait pendidikan pemilih berkelanjutan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang, melakukan silaturahmi ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang, Rabu, (11/3).

Jajaran KPU diterima langsung oleh Ketua Umum MUI Sumedang, KH. RM. Anwar Sanusi, beserta jajaran pengurus MUI, Zaenal Alimin, Wawan Ridwan, Rahmat Hidayat.

Ketua KPU kab. Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi, mengatakan, tujuan kedatangannya ke MUI dalam rangka melakukan kolaborasi terkait pendidikan pemilih berkelanjutan.

Untuk itu, KPU berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk hadir pada kegiatan yang diselenggarakan MUI. Guna menyampaikan beberapa hal terkait dengan pendidikan politik dan demokrasi kepada para mubaligh dibawah koordinasi MUI.

Hal itu agar, pesannya dapat langsung disampaikan ke masyarakat yang menghadiri pengajian tersebut.

"Melalui kerjasama dengan MUI, kita berharap dapat mengikis pragmatisme masyarakat. Terutama dalam memilih calon pemimpin, agar tidak disandarkan pada faktor uang yang diberikan oleh calon. Melainkan didasarkan pada visi, misi, program dan track record si calon," tuturnya pada Korsum.net.

Kedepan, sambung Ogi, pihaknya juga berharap praktek politik di Sumedang adalah politik yang bermoral. Selain itu juga,  kedatangan KPU ke MUI, sebagai upaya meningkatkan tingkat partisipasi.

"Bukan hanya meningkatkan partisipasi, kedatangan ke MUI juga bisa menumbuhkan kesadaran berdemokrasi, dan meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Sumedang," kata Ogi menegaskan.

Sementara itu kedatangan jajaran KPU, disambut baik oleh Ketua umum MUI, KH. RM. Anwar Sanusi mengatakan  masyarakat kita masih butuh bimbingan dan arahan. MUI berperan sebagai pelayan masyarakat juga sebagai teman pemerintah berkewajiban menyampaikan hal hal yang krusial kepada masyarakat antara lain adalah sikap masyarakat terhadap pemilu atau Pilkada.

MUI menyadari masyarakat kita masih masyarakat tradisional belum rasional dalam pemilih. Sehingga masih terpengaruh sikap - sikap yang kurang terpuji.

Sehingga MUI berharap, praktek Politik didasarkan pada moral, politik yang bermoral. Bukan yang menghalalkan segala cara.

"Penyadaran moral tidak hanya disampaikan kepada masyarakat saja, tetapi juga kepada kandidat. Dan bukan hanya itu, penyelenggara juga agar bisa tetap istiqomah menjaga amanah," ucapnya. **