Kota, KORSUM – Perkembangan Situasi dan kondisi terkait penyebaran COVID 19 pada tanggal 31 Maret 2020 di Kabupaten Sumedang perlu terus diwaspadai, karena sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya jika telah ada satu (1) orang warga dengan KTP Sumedang yang terpapar di Bandung, teridentifikasi positif COVID 19 tanpa menunjukkan gejala dan saat ini yang bersangkutan tengah menjalani isolasi di RSUD Kabupaten Sumedang.
“Jadi di Sumedang ada Positif satu orang yang sudah di isolasi dan kemarin sore ada lagi hasil Rapid Test yang Positif Corona domisilinya Kecamatan Paseh”. Ujar Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat Jumpa Pers Selasa (31/3/2020) di Gedung Negara.
Namun menurut Bupati hasil ini harus dikonfirmasi dengan hasil Test Swab
“Yang positif ini sudah diambil sampelnya untuk di test swab, mudah-mudahan negatif hasilnya”. Tambah Bupati.
Kemudian, lanjut Bupati, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih 8 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan ODP Berisiko yaitu orang yang datang dari wilayah yang terkonfirmasi covid-19 tapi tidak ada gejala sebanyak 1702 orang, untuk ODP Bergejala yaitu orang yang datang dari wilayah terkonfirmasi covid- 19 dan ada gejala sebanyak 260 orang.
“ODP Bergejala ada penambahan baru sebanyak 27 orang dan selesai pemantauan 18 orang, sehingga jumlah yang dipantau adalah 260 orang”. Ujarnya.
Lonjakan ODP Berisiko ini terjadi, menurut Bupati, karena teridentifikasi adanya warga di beberapa kecamatan (yang paling banyak Kec. Cisarua, Kec. Cibugel, Kec. Jatinunggal, Kec. Ujungjaya, Kec. Tomo, Kec. Paseh) yang bermata pencaharian di Jakarta (luar kota) pulang kampung. Saat ini warga masyarakat dimaksud agar melakukan pemantauan secara mandiri dan membatasi interaksi sosial untuk jangka waktu 14 hari ke depan. Apabila ada keluhan diantaranya: demam, batuk, sakit tenggorokan agar berkunjung ke fasilitas kesehatan terdekat.