Tanjungsari, KORSUM.NET - Merebaknya wabah Corona  ataw Covid-19 seperti diberitakan di Media Massa, berdampak pada keberadaan alat Masker dan Anti Septik yang seolah raib dari pasaran disaat masyarakat membutuhkan kedua barang tersebut.

Berbagai opini miring muncul di masyarakat, bahwa diduga ditimbun atau diborong untuk diekspor ke luar negeri (Singapura) dengan harga tinggi.

Hal tersebut, terbukti ketika Disperindag bersama Dinkes Kabupaten Sumedang secara terus menerus menggelar Sidak ke sejumlah apotek dan pasar modern seluruh wilayah di Sumedang.

"Ternyata dalam Sidak ini hampir seluruh apotek dan pasar modern bahwa alat Masker dan anti Septik itu kosong dari Januari semenjak merebaknya wabah Corona," ungkap Kasi Bina Perdagangan, Wawan Hudawan, saat Sidak ke pasar Tanjungsari, Rabu (11/3).

Ada yang menimbun atau yang borong untuk dijual ke luar negeri itu masih dugaan karena harus ada membuktian dari Penyedik. Namun yang jelas, lanjut Wawan, semenjak ramainya wabah Corona ini, alat Masker dan alat Septik kosong di pasaran.

Dibenarkan Rega kepala toko (Gerilya) Tanjungsari. Semenjak gencar berita tentang Virus Corona, kata dia, stok Masker kosong meski sudah beberapa kali diorder ke suplayer tapi sampai saat ini tidak datang.

Senada disampaikan Haeni salah seorang pelayan apotek di Tanjungsari menyebut, sebelum ramainya berita wabah Corona, alat Masker dan anti Septik selalu tersedia.

Namun, tepatnya Januari ramai soal wabah Corona, Suplayer Masker dan alat Septik tidak lagi mengirim barangnya. "Yang biasa ngirim barang tersebut dari Suplayer Perintis Bandung," katanya.

Sementara menurut keterangan Seksi Kefarmasian dan Alkes Dinkes Sumedang, Yuyun Nuryani, mengatakan, meskipun Masker di pasaran kosong, pihak Dinkes dan semua Puskesmas masih menyediakan kedua barang tersebut.

Sebab, lanjut dia, sejak mewabahnya Virus Corona, Dinkes Sumedang mendapat bantuan Masker dari Pemprov Jabar dan langsung didistribusikan ke semua Puskesmas sebagai antisifasi kelangkaan Masker di pasaran.

"Alhamdulillah stok Masker di Dinkes untuk dua bulan kedepan masih tersedia. Namun untuk di pasaran bebas (swasta) tergantung distributornya, yang saat ini ternyata terjadi kekosongan," ujarnya.**


Baca Juga : Gandeng Dinkes Sumedang, PHRI Segera Sosialisasikan Pencegahan Virus Corona