Sumsel, KORSUM - Camat Sumedang Selatan (Sumsel) Herry Dewantara mengatakan, hari pertama hingga 14 hari kedepan memberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), diminta masyarakat khususnya penduduk Sumedang Selatan agar segera patuhi PSBB.

"Masalah covid ini bukan permasalahan pemerintah saja, tapi masalah kita semua sehingga peran serta masyarakat untuk memerangi melawan corona dengan mematuhi PSBB, " ujar camat diruang kerjanya, Rabu (22/4).

Disebutkan, pihaknya sudah sebarkan surat ke desa agar segera lakukan sosialisasi ke masyarakat terkait pemberlakuan PSBB. Sehingga masyarakat mematuhi PSBB sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid 19.

Camat minta ada pembatasan aktivitas di tempat kerja serta pergerakan orang dan barang. Kegiatan keagamaan (ibadah tetap di rumah), sosial budaya dihilangkan termasuk kegiatan di tempat umum (kerumunan) yang sipatnya potensi penularan covid 19.

"Kebutulan di Sumedang Selatan tidak ada pasar rakyat. Namun bagi pekerja pasar swalayan dibatasi dari jam 10 pagi hingga jam 6 sore. Penumpang  kendaraan umum dibatasi termasuk mobil pribadi, " tandasnya.

Ditempat terpisah, Kades Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan Iwan Gunawan saat akan menggelar sosialisasi PSBB mengatakan, warga Desa Ciherang seakan tidak peduli dengan diberlakukannya PSBB, akibat kurang sosialisasi mengenai pentingnya PSBB.

Termasuk dari pemerintah desa belum gencar mensosialisasikannya. Sebab kata Kades, desa masih belum tahu zona atau kawasan PSBB. Meskipun dari Pemkab dan Kecamatan sudah lakukan sosialisasi tapi belum maksimal.

"Masyarakat kampung jauh dari kota ini tidak merasakan kegentingan dan keresahan masyarakat dunia dengan adanya wabah corona ini. Memang ada 6 warga yang pernah dinyatakan ODP, tapi saat ini sudah negatif, " sebutnya.

Ada kecemburuan di warga lokal lanjut kades, satu sisi harus mematuhi PSBB. Namun di sisi lain banyak warga luar Sumedang pekerja proyek Tol masih bebas berkeliaran keluar masuk Ciherang seolah tak perduli dengan PSBB