Sumedang, KORSUM – Untuk memutus mata rantai pencegahan Virus Corona atau Corona Virus Disease (Covid-19). Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang mulai menerapkan sidang online.
Dimana pada sidang online tersebut, menghubungkan antara Pengadilan Negeri sebagai tempat hakim bersidang, Kejari sebagai jaksa penuntut umum (JPU) dan saksi dan Lapas tempat terdakwa ditahan.
Kepala Saksi (Kasi) Pidana Umum Kejari Sumedang, Ridwan Ibrahim SH, didampingi Kasi Intelejen, Agus Hendrayanto SH mengatakan, hari ini merupakan pertama kalinya Kejari Sumedang menerapkan sidang online melalui aplikasi Zoom.
Pada agenda sidang perdana daring hari ini, ada sekitar 19 perkara Pidana Umum yang disidangkan. Dan selama proses persidangan, Hakim, jaksa penuntut umum (JPU), saksi dan terdakwa berada di tiga tempat berbeda.
“Kita semuanya terhubung melalui aplikasi Zoom. Untuk para hakim berada di ruang sidang pengadilan, kemudian JPU dan saksi di Aula Kejari, namun saksi kita siapkan ruang berbeda. Kemudian para terdakwa mereka tetap berada di lapas. Tetapi, kalau misalnya si tersangka mempunyai lawyer (pengacara), maka lawyer juga akan mengikuti sidang online ditempat terpisah,” ujarnya saat dikonfirmasi KORSUM, disela sidang di ruang kerjanya, Rabu (1/4).
Sidang melalui video conference ini, sambung Ridwan, akan terus dilakukan sampai situasi kembali kondusif dari mewabahnya virus Corona. Dan dengan sidang secara daring ini juga, sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 yang dilakukan Kejari Sumedang.
“Untuk pencegahan tentunya akan terus kita lakukan. Dan, sidang ini akan kembali normal apabila situasi sudah kondusif dari penyebaran Covid-19,” ucapnya.
Ridwan menambahkan, selama proses sidang online tidak hambatan, semua komunikasi berjalan lancar.
“Alhamdulillah, sidangnya lancar. Semua keterangan dari Hakim, Saksi dan Jaksa semuanya tersampikan dengan jelas tanpa ada hambatan ataupun ganguan,” kata Ridwan menega.