Rancakalong, KORSUM - Bertambahnya warga Sumedang dinyatakan  positif SWAB Covid 19 menjadi 4 orang, mengundang kekhawatiran sekaligus reaksi seorang tokoh masyarakat Desa Rancakalong Kecamatan Rancakalong H. Wawan Suwandi atau yang lebih akrab dipanggil Jiwan's.

Dia (Jiwan's) kepada media ini menyatakan dirinya siap perang melawan corona. Sebab kata dia, bagaimana pun juga virus yang mematikan ini, nyatanya benar ada di Sumedang. Sehingga kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan karena semua dan siapa pun potensi terkena virus itu.

Aksinya itu tidak hanya omong kosong, Jiwan's rela merogoh kocek lebih dalam hanya sebuah tekad yakni ingin memutus mata rantai virus yang paling berbahaya di dunia (covid 19) dengan harapan bahwa masyarakat terbebas dari serangan virus tersebut.

Sebab katanya, mencegah penularan corona ini bukan tugas Pemkab semata, namun tanggung-jawab bersama sehingga perlu bukti serius dan tindakan nyata karena saat ini masyarakat tengah diancam musuh yang tak tampak yaitu corona.

Sedikitnya 1400 masker dan 40 liter cairan Disinfektan telah disebar terutama ke masyarakat paling bawah. Bahkan Jiwan's iklas blusukan dor to dor menjambangi rumah warga. Tidak sekedar bagi-bagi masker dan semprotkan Disinfektan, namun memberi pengertian soal pentingnya pakai masker.

Termasuk men-edukasi program pemerintah tentang Pysical Distanting yaitu pakai masker, jaga jarak fisik dan cuci tangan. Disamping itu, ajakan pula ke masyarakat tentang pola hidup sehat diantaranya menjaga kebersihan lingkungan.

Kepada media ini, Jiwan's mengaku dirinya salah satu Calon Kades Rancakalong. Namun saat ditanya, apakah aksi ini merupakan strategi kampanye?. Dia menyebut bukan kampanye atau kompetisi untuk mendulang suara di bursa Pilkades, tapi ini bentuk kemanusiaan karena panggilan jiwa.

"Kampanye belum waktunya. Aksi ini merupakan solidaritas sosial karena situasi krisis dengan semakin mewabahnya virus ini. Bahkan sudah jauh hari semenjak kasus awal suspek covid 19 di Depok sehingga berpikir untuk berupaya mencegah penyebaran ke wilayah Rancakalong, " tutur dia di rumahnya, Minggu (19/4).**