Sumedang, KORSUM – Hasil Rapid test positif diduga Covid-19, Kepala Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja, langsung diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang.
Hal tersebut dibenarkan sumber KORSUM yang dapat dipercaya kebenarannya, dimana memang semua Kepala Desa se-Kecamatan Darmaraja sudah dilakukan rapid test, dan hasilnya Kepala Desa Sukamenak dinyatakan Rapid Test Positif Diduga Covid-19.
“Iya tadi di lapangan Desa Sukaratu, semua Kepala Desa dilakukan rapid test. Dan informasinya memang benar yang bersangkutan rapid test dinyatakan positif dan tadi sudah dijemput oleh Tim Medis,” ujarnya sambil mewanti-wanti jangan disebutkan namanya.
Menurutnya, memang sebelumnya Kepala Desa Sukamenak pernah mengeluh sakit. Namun saat rapid test tadi siang, Kades dalam ini kondisi keadaan sehat.
“Jadi bu Kuwu memang, sebelumnya pernah mengalami sakit, bisa saja rapid testnya positif karena yang bersangkutan baru saja sembuh dan belum kembali normal. Nanti kan akan dilakukan tes SWAB menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), untuk memastikan positif atau tidaknya. Mudah-mudahan hasilnya negatif,” ujarnya.
Sementara itu, dari Siaran Pers Perkembangan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang, yang dikeluarkan oleh Pemkab Sumedang. Dimana Hasil Rapid Test yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 16 April 2020 adalah Selesai Rapid Test : 1.589 orang dan yang selesai Rapid Test ulang sebanyak 84 orang.
Jumlah total yang diduga terjangkit Covid-19 berdasarkan hasil Rapid Test menjadi berjumlah 13 orang, karena terdapat penambahan sebanyak 1 orang pasien rapid test positif asal Kecamatan Darmaraja.
“Kepada yang bersangkutan
akan segera dilaksanakan tes SWAB menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), untuk memastikan positif atau tidaknya.
Dan terhadap semua ODP yang telah melakukan Rapid Test tetap diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing dan akan dilakukan Rapid Test ulang 10 hari kemudian,” kata Asisten Pembangunan dr. H. Hilman saat membacakan siaran Pers Perkembangan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang.
Hilman menuturkan, sebagai bagian upaya menekan penyebaran virus corona atau Covid-19. Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang tengah mengusulkan permohonan kepada Pemerintah Pusat melalui Gubernir Jawa Barat untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan surat bernomor 443/2304/Kesra/2020 Tanggal 15 April Tentang Permohonan Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Permohonan penetapan PSBB dilakukan setelah pada tanggal 14 April 2020, para Kepala Daerah yang termasuk ke dalam wilayah Bandung Raya yaitu Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaksanakan video conference dengan Gubernur Jawa Barat yang selanjutnya sepakat untuk memberlakukan PSBB tahap 2 di Jawa Barat setelah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi yang sudah lebih dulu melaksanakan PSBB.
Terkait pelaksanaan PSBB, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang telah menyiapkan berbagai aspek pendukung agar selama pelaksanaan PSBB di Kabupaten Sumedang khususnya dapat berjalan aman dan lancar, di antaranya adalah sebagai berikut :
Aspek Ketersediaan Hidup Dasar Rakyat; Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang sudah menghitung ketersediaan dan kebutuhan pangan mulai Bulan April sampai dengan Bulan Mei 2020. Secara umum ketahanan pangan untuk masyarakat cukup aman.
Aspek Sarana dan Prasarana Kesehatan; Untuk sarana prasarana kesehatan ada 3 rumah sakit yang siap mendukung penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Sumedang, yaitu : 1) RSUD Sumedang sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19; 2) RSU Pakuwon; 3) RS Harapan Keluarga.
Aspek Anggaran dan Operasionalisasi Jaring Pengaman Sosial; Anggaran yang disiapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk penanggulangan Covid-19 secara keseluruhan sebesar Rp 89.284.176.530,00.
Aspek Pengamanan; Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bersama Forkopimda sudah melakukan beberapa skenario untuk menghadapi pandemik ini, termasuk apabila suatu saat diberlakukan PSBB atau pembatasan mobilitas lainnya karena sebelumnya telah dicoba pula menerapkan Karantina Wilayah Parsial dan Optimalisasi Pembatasan Sosial, Patroli Kewilayahan efektif telah dilakukan dalam setiap jenjang, dan semua yang tergabung ke dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang senantiasa saling mendukung sehingga dari sisi keamanan sangat kondusif.
Jika usulan PSBB daerah Bandung Raya disetujui oleh Pemerintah Pusat, maka penerapan PSBB direncanakan akan dilaksanakan pada Rabu, 22 April mendatang.
Penerapan PSBB dilaksanakan selama 14 hari, dan setelah 14 hari penerapan selanjutnya akan dievaluasi apakah pelaksanaannya diteruskan atau intensitasnya dikurangi.
PSBB merupakan sebuah ikhtiar untuk mengoptimalkan pencegahan penyebaran Covid-19, dengan standar penerapan yang sama dan berlaku untuk seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang.