O
Kota, KORSUM - Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suyatman menegaskan bagi masyarakat jika menolak Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang hari ini diperlakukan, Rabu (22/4). Sangsi tegas itu kata dia, yaitu pidana.

Sehingga Sekda menghimbau ke semua masyarakat Kabupaten Sumedang agar mematuhi PSBB ini. Sebab, PSBB ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi virus corona yang saat ini semakin mengkhawatirkan.

"Jika ada yang melanggar, sudah ada aturannya yakni teguran. Tapi kita akan mengupayakan berupa sangsi teguran edukatif. Terkecuali yang menolak PSBB ini tentu sangsi tegas yaitu pidana, " kata Sekda di IPP, Rabu (22/4).

Sosialisasi dalam memberlakukan PSBB lanjut dia,  melalui media masa yang merupakan salah satu ikhtiar agar masyarakat mematuhinya. Bahkan dengan surat edaran yang dikeluarkan Pemkab Sumedang dari mulai tingkat desa hingga kecamatan.

"Di hari pertama ini saya keliling, cukup lumayan ada suasana kebhatinan. Namun kondisi seperti ini harus ditingkatkan lagi kesadaran masyarakat memahami PSBB ini, " ujarnya.

Sekda menyinggung soal aktivitas proyek Tol Cisundawu. Kata dia, proyek itu merupakan proyek strategis. Meskipun sudah diberlakukan PSBB, namun proyek dipastikan tetap berjalan. Para pekerja Tol harus memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan.

"Target pekerjaan proyek Tol tetap dikejar agar cepat selesai yang nantinya akan dipergunakan Embah Kasih. Target proyek ini bukan untuk arus mudik karena presiden menyatakan tahun ini tidak ada mudik lebaran, " tuturnya.**