Tanjungsari, KORSUM - Wilayah Kabupaten Sumedang telah melaksanaan PSBB penuh hampir satu pekan bersamaan dengan wilayah Bandung Raya yang dimulai tanggal 22 April 2020 yang lalu.

Namun, pelaksanaan PSBB di Wilayah Kecamatan Tanjungsari khususnya terlihat masih belum efektif, sehingga hasilnya belum maksimal.

Hal itu, diungkapkan berdasarkan hasil pantauan anggota DPRD Sumedang Fraksi PKS Daerah Pemilihan Tanjungsari ini, Rahmat Juliadi.

Menurut Rahmat, hal ini disebabkan karena kesadaran masyarakat yang masih rendah, ini bisa dilihat dari indikator keberhasilan PSBB itu sendiri diantaranya adalah menurunnya mobilitas orang dan barang, namun hal tersebut kurang terlihant di wilayah Tanjungsari terutama dari mulai pagi hari sampai siang di wilayah Pasar Tanjungsari dan sore hari sampai menjelang berbuka pusa di seputaran alun-alun dan pasar lama ternyata mobilitas orang dan barang masih sangat tinggi.

"Satu hal yang sangat dilematis, karena di satu sisi tidak ada larangan untuk para yang berjualan pedagang dan di sisi yang lain kondisi  masyarakat terhadap kebutuhan pokok selama pandemi ini. Selain itu juga saat ramadhan ini banyak masyarakat yang ingin mencari makanan dan ta'jil untuk berbuka pusa di sore hari," ungkap Rahmat, Kamis (30/4/2020), melalui pesan whatsapp-nya.

Dengan kondisi seperti diatas, kata Rahmat, sangat sulit untuk menurunkan tingkat mobilitas orang dan barang di masa PSBB yang bersamaan dengan bulan ramadhan. Namun demikian beberapa hari terakhir penurunan aktifitas masyarakat sudah sedikit mulai terasa di banding awal pelaksanaan PSBB ini.

"Hal ini terjadi dengan tidak henti-hentinya dan tidak bosannya petugas menghimbau masyarakat untuk mengikuti aturan terkait PSBB ini," sebutnya.

Oleh karena itu, Rahmat melanjutkan, dirinya sebagai anggota DPRD memgapresiasi kepada para petugas, baik dari TNI. POLRI, SATPOL PP dan petugas kesehatan yg berjaga di posko dan chek point, terumata kepada Camat Tanjungsari sebagai ketua gugus tugas tingkat kecamatan yg siang malam terus memantau pelaksanaan PSBB di wilayah tanjungsari ini.

"Saya sangat bersyukur bahwa jumlah kasus yang ada di wilayah Tanjungsari relatif rendah dimana hanya ada 70 orang ODR dan 9 orang ODP dan tidak ada yang terkonfirmasi positif covid-19. Saya berharap selama PSBB yang akan berlangsung satu pekan lagi tidak ada penambahan kasus, sehingga status PSBB ini tidak diperpanjang. Dan sekali lagi saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mentaati himbauan terkait PSBB ini, karena masih banyak masyarakat yang tidak disiplin dengan keluar rumah tanpa ada keperluan yang mendesak dan tidak menggunakan masker saat keluar rumah," harapnya.

Karena, kata Rahmat, Kalau masyarakat tidak disiplin dan kesadaranya masih rendah, bisa jadi status PSBB ini akan di perpanjang dan tentunya ini akan memberaktkan semua pihak.**