Kota, KORSUM-Menanggapi banyaknya pertanyaan soal Banprov (Sembako) yang baru-baru ini telah disalurkan kepada warga, namun sebagian Banprov itu ditarik lagi karena warga penerima sudah meninggal dunia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sumedang Herman Suyatman menyebut Banprov itu bisa disalurkan kepada ahli warisnya. Meskipun awalnya akan dikembalikan ke Pemprov sesuai berita acara. Namun diurungkan karena sudah ada surat dari Dinsos.

"Saat ini sudah ada surat edaran Kepala Dinas Sosial bahwa Banprov yang ditarik lagi karena orangnya sudah meninggal, maka bisa disalurkan kepada ahli warisnya yang sipatnya susulan, " tandas sekda di IPP, Senin (4/5).

Dikatakan, jika saat itu Ojol (Ojeg Online) yang mengantar langsung Banprov itu tidak mau memberikan Kepala ahli warisnya, berarti ada miskomunikasi karena memang surat edaran Kadinsos datangnya belakangan.

Seperti dilansir media ini sebelumnya, Banprov untuk penanganan Covid 19 diakui sudah diterima warga. Namun desa menyebut kacau karena data Banprov itu salah sasaran.

Menurut seorang perangkat desa mengatakan, tidak sedikit Banprov yang diantar Ojol itu dibawa kembali karena penerimanya sudah meningga dunia termasuk yang sudah pindah domisili.

Meskipun saat itu sudah dimohon oleh desa agar disalurkan kepada ahli warisnya. Namun tukang Ojol itu geleng kepala tidak bisa, dan tetap dibawa lagi ketimbang harus diserangkan kepada ahli warisnya.

"Data Banprov itu merupakan data tahun 2005, sehingga banyak yang dikembalikan lagi karena penerimanya sudah meninggal termasuk yang pindah, " kata Kades Padasuka Kecamatan Sumedang Utara H. Karya dikantornya, Selasa (28/4).

Disebutkan, jumlah penerima Banprov untuk Desa Padasuka sekitar 82 KK, tapi yang 29 KK ditarik lagi tidak disalurkan karena si penerima sudah meninggal termasuk yang sudah pindah.

Sementara ke-53 KK yang sudah terima Banprov merupakan warga yang sebelumnya sudah mendapat Sembako, PKH, BPNT sehingga warga tersebut mendapat doble bantuan Sembako. **