Sumut, KORSUM- Desa Rancamulya yang pertama,  disusul  Girimukti sebagai desa kedua di Sumedang Utara telah salurkan BLT DD-nya kepada 140 KK yang diyakini tidak akan terjadi doble bantuan.

Meskipun penerima ratusan jumlahnya, namun warga datang tidak ramai berbondong-bondong, apalagi mengantri. Datang silih berganti sehingga tidak ada kerumunan.

Bahkan sebelum masuk kantor desa, warga penerima bantuan diwajibkan pakai masker dan cuci tangan. Protokol kesehatan katanya, harus tetap dipatuhi karena ini merupakan program darurat covid 19.

Seperti dituturkan Plt Kades Girimukti Ii Lalan Sojali menyebut penyaluran BLT ke-140 KK ini diambil dari Dana Desa 30% yang penyalurannya dari hari Kamis (13/5) setelah Desa Rancamulya tuntas salurkan BLT DD-nya.

"Yang kemarin merupakan louncing kepada 25 KK, dan hari ini dilanjut untuk sisanya 115 KK sehingga diharap hari ini bisa tersalurkan semua, " tandas dia diruang kerjanya, Jumat (14/5).

Disebutkan, pihaknya tidak akan khawatir BLT DD ini disalurkan lebih cepat karena datanya akurat. Sehingga diyakini tidak akan terjadi doble bantuan meskipun data provinsi maupun kabupaten belum didapat.

Sebab kata dia, data desa dipadankan dengan data Kemensos, provinsi, kabupaten, DD, PKH dan BPNT termasuk data provinsi yang sebelumnya sudah disalurkan langsung via Ojol.

Senada disampaikan Sekdes Intan Yuliawati. Untuk antisifasi terjadi doble bantuan kata Intan, sejatinya dijemput bola ke pihak Dinsos karena data penerima ini harus dikelopkan (dipadankan) dengan beberapa data lain.

"Dipadankan secara sharing dengan data lain maka akan diketahui penerima ini masuk ke data mana. Jika ada yang doble, maka alihkan kepada yang belum mendapat bantuan, " kata dia.

Dengan cara itu yakin tidak akan terjadi doble bantuan. Sebab kata Intan, data penerima dari provinsi lewat aplikasi 'Sapa Warga' yang dengan jelas akan diketahui jika ada yang doble bantuan.**